Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Inilah Manfaat Pohon Asem yang Tersebar di Pinggir-Pinggir Jalan Situbondo

Bayu Shaputra • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Mengungkap manfaat pohon asem yang banyak tersebar di jalan raya Situbondo.
Mengungkap manfaat pohon asem yang banyak tersebar di jalan raya Situbondo.

RADARSITUBONDO.ID - Ketika melewati jalur-jalur provinsi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pemandangan yang terlihat adalah pohon yang subur dan khas.

Ini bukan pohon mahoni atau flamboyan yang sering ditemui di perkotaan besar, melainkan pohon asem (Tamarindus indica) yang tumbuh kuat dan membentuk kanopi alami di sepanjang jalan utama.

Kejadian ini tidak hanya kebetulan, tetapi merupakan hasil dari perencanaan cermat yang mempertimbangkan berbagai aspek lingkungan, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat di Situbondo.

Kabupaten Situbondo memiliki iklim yang relatif kering dengan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lainnya di Jawa Timur.

Suhu yang bisa mencapai 35°C di siang hari membuat keberadaan peneduh alami menjadi sangat penting. Pohon asem dipilih karena kemampuannya yang luar biasa untuk beradaptasi dengan tanah yang kurang subur dan curah hujan yang minim.

Akar pohon asem yang dalam dan menyebar mampu menyerap air tanah dengan baik, bahkan pada musim kemarau yang panjang.

Dedaunan yang lebat memberikan perlindungan optimal bagi pengguna jalan, menurunkan suhu permukaan aspal sekitar 5-8 derajat Celcius. Ini sangat membantu bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang merupakan mayoritas pengguna jalan di kawasan pedesaan Situbondo.

Satu pohon asem yang sudah dewasa dapat menghasilkan antara 50-100 kilogram buah setiap tahun. Dengan harga jual Rp 8. 000-12. 000 per kilogram, pohon asem di sepanjang jalan provinsi menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan bagi penduduk setempat.

Para pedagang kecil sering terlihat mengumpulkan buah asem yang jatuh di pinggir jalan, kemudian diolah menjadi berbagai produk seperti bumbu masakan, minuman tradisional, atau bahkan dijual dalam kondisi segar.

Pohon asem memiliki makna yang mendalam dalam budaya masyarakat Jawa Timur, termasuk Situbondo. Dalam tradisi Jawa, pohon asem sering dianggap sebagai simbol ketahanan serta kemampuan bertahan dalam situasi sulit.

Masyarakat setempat percaya bahwa keberadaan pohon asem di sisi jalan tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga mendatangkan berkah dan perlindungan bagi perjalanan.

Selanjutnya, daun asem muda (dikenal sebagai "sinom" dalam bahasa Jawa) sering digunakan dalam masakan tradisional seperti sayur asem, pecel, dan berbagai sambal.

Ketersediaan daun asem yang gampang diambil dari pinggir jalan memudahkan ibu-ibu rumah tangga untuk mendapatkan bahan masakan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Dari sudut pandang lingkungan, pohon asem berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem setempat.

Sistem perakaran yang kuat membantu mencegah erosi tanah di sepanjang jalan, terutama selama musim hujan. Daun yang jatuh secara alami menjadi kompos organik yang memperkaya tanah di sekitarnya.

Pohon asem juga menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis burung kecil seperti kutilang, tekukur, dan pipit. Suara kicauan burung di pagi hari menciptakan suasana menyenangkan bagi para pengguna jalan.

Bunganya yang kecil menjadi sumber nektar bagi lebah dan serangga penyerbuk lainnya, membantu mendukung kelangsungan ekosistem pertanian di sepanjang jalan provinsi.

Salah satu manfaat dari pohon asem adalah sedikitnya perawatan yang diperlukan. Berbeda dengan tanaman hias lainnya yang membutuhkan penyiraman secara teratur dan pemangkasan yang sering, pohon asem dapat berkembang dengan baik tanpa perlakuan khusus.

Keadaan ini sangat membantu bagi pemerintah daerah yang menghadapi kendala anggaran dalam memelihara tanaman di sekitar jalan.


Editor : Ali Sodiqin
#Tamarindus indica #Asem Jawa