RADARSITUBONDO.ID - Kontroversi tentang ompreng dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengkhawatirkan masyarakat.
Dugaan bahwa ompreng tipe 201 dari Cina mengandung mangan tinggi dan zat tidak halal menuntut panduan memilih ompreng yang aman.
Badan Gizi Nasional (BGN) sedang memverifikasi dugaan kontaminasi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan sedang memeriksa isu tersebut meskipun BGN belum melakukan pengadaan wadah makanan untuk program ini.
Baca Juga: Terlambat Bangkit! Sturm Graz Menang 2-1 Tapi Tetap Tersingkir, Bodo/Glimt Lolos ke Liga Champions
Kriteria Ompreng yang Aman dan Halal
- Pastikan ompreng memiliki sertifikat halal dari MUI atau lembaga pengakuan. Semua bahan makanan program MBG telah terverifikasi halal, tetapi verifikasi wadah juga diperlukan.
- Pilih ompreng dari bahan food grade yang aman untuk makanan. Hindari wadah mengandung mangan berlebihan, berbahaya bagi kesehatan.
- Pastikan food tray memenuhi standar aman, tidak mudah rusak, dan bebas zat berbahaya. Produk bersertifikat SNI menjamin kualitas dan keamanan teruji.
Baca Juga: Sejarah Tercipta! Pafos Lolos ke Liga Champions Setelah Tahan Imbang Red Star 1-1
Panduan Penggunaan yang Benar
- Cuci ompreng dengan air dan sabun, pastikan tidak ada residu. Periksa kondisi wadah, hindari yang retak.
- Gunakan untuk makanan sesuai suhu spesifikasi. Hindari makanan terlalu panas jika tidak direkomendasikan. Jangan gunakan wadah yang berubah warna atau bentuk.
- Bersihkan segera setelah digunakan. Keringkan dengan sempurna sebelum penyimpanan. Simpan di tempat bersih dan kering.
Rekomendasi untuk Stakeholder
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama mendorong produk lokal yang aman dan halal. Utamakan supplier dalam negeri bertrack record baik dalam produksi peralatan makanan food grade.
Hindari termakan isu tanpa bukti dan lakukan pemeriksaan tepat. Laporkan wadah makanan mencurigakan ke sekolah atau instansi terkait.
Langkah Verifikasi Mandiri
Masyarakat dapat melakukan verifikasi sederhana:
1. Periksa label dan sertifikat kemasan.
2. Cek bau atau rasa aneh pada wadah.
3. Perhatikan reaksi anak setelah makan dari wadah.
4. Konsultasikan ke sekolah jika ragu.
Hingga kini, belum ada bukti minyak babi dalam produk, namun kehati-hatian tetap diperlukan untuk menjaga keamanan dan keyakinan masyarakat.
Program MBG sebagai inisiatif untuk meningkatkan gizi anak Indonesia perlu didukung oleh standar keamanan dan kehalalan yang tinggi.
Dengan panduan yang tepat dan partisipasi aktif, program ini dapat berjalan optimal sambil menjaga kepercayaan masyarakat.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin