RadarSitubondo.id – Pawai Ancak Agung kian memeriahkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M yang digelar Pemkab Situbondo. Ada 207 ancak berisi hasil bumi dikirab dari Pemkab menuju Alun-Alun Situbondo sebagai tempat pengajian Maulid Nabi Muhammad yang dihadiri langsung KHR M. Kholil As’ad.
Dalam sambutannya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa Ancak Agung bukan sekadar perayaan mauled nabi. Tapi juga upaya menghidupkan kembali identitas budaya Situbondo sebagai Kota Santri. "Kirab ini sekaligus mempererat kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad serta menjadi ruang spiritual dan pelestarian budaya lokal Situbondo,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Mas Rio itu juga menambahkan bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad menjadi lebih bermakna karena bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Situbondo ke-207 dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, yang semuanya diperingati di bulan yang sama bersama acara Ancak Agung."Terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang terlibat aktif, mulai dari perangkat daerah, BUMN, BUMD, kecamatan, desa, panitia, hingga adik-adik kita dari drum band. Ini adalah keberkahan luar biasa bagi Situbondo,” tambahnya.
Mas Rio berharap pelaksanaan Ancak Agung dapat menjadi momentum kebangkitan Situbondo agar tidak hanya dikenal sebagai daerah perlintasan menuju Bali. Tapi juga sebagai daerah tujuan budaya berskala nasional bahkan internasional. "Mudah-mudahan ini menjadi titik awal, turning point Situbondo untuk lebih dikenal, bukan hanya secara nasional tetapi juga internasional,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi kehadiran para pelajar internasional dari Malang yang ikut serta dalam kegiatan Ancak Agung. Bahkan, mereka berkomitmen untuk membawa lebih banyak peserta dari luar negeri pada perayaan Ancak Agung tahun 2026 mendatang."Harapan saya, tahun depan Ancak Agung harus lebih besar lagi. Situbondo harus dikenal dengan tradisinya,” pungkasnya.
KHR Mohammad Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Wali Songo Mimbaan, menuturkan bahwa hasil bumi dalam Ancak Agung yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat diyakini akan membawa berkah."Berkumpulnya kita dalam peringatan Maulid Nabi ini mudah-mudahan menjadi jalan untuk benar-benar bersama Rasulullah. Semoga Situbondo, dari pemimpinnya, para kiai, hingga pejabatnya, mendapat bimbingan dan pertolongan dari Allah,” tutur kiai kharismatik tersebut.
Beliau juga mendoakan agar seluruh masyarakat dan tokoh di Situbondo yang telah berkumpul untuk memperingati hari jadi ke-207, kelak bisa berkumpul kembali di surganya Allah. "Semoga semua saudara-saudara kita kelak akan berkumpul di hadapan Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dan Situbondo mulai dari pejabat, kiai, hingga tokoh masyarakat akan tetap dibimbing dan diberi pertolongan oleh Allah SWT,” harapnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo