RADAR SITUBONDO - Seorang ulama ahli fiqh memberikan analogi indah tentang khidmah santri kepada kiai di pesantren.
Ulama yang mendapat gelar doktor kehormatan (HC) bidang fiqh dari Universitas Islam Negeri Wali Songo Semarang ini memberikan pandangannya.
Dalam pandangan kiai Afifuddin Muhajir, ia menyebut santri yang berkhidmah bukanlah sebuah penindasan.
Menurutnya, itu adalah bentuk kecintaan seorang santri terhadap gurunya.
Baca Juga: Siswa SMAN 1 Situbondo Sabet Medali Perak OSN 2025, Harumkan Nama Kabupaten di Kancah Nasional!
"Khidmah santri kepada kiai adalah wujud cinta yang tulus," dawuhnya yang dikutip dari @ponpesukorejo.
Kiai Afif menambahkan, bukti cinta itu tidak perlu meminta izin kepada siapapun.
"Entah sejak kapan, cinta harus meminta izin kepada para aktivis HAM," tambahnya.
Khidmah ialah bentuk pengungkapan cinta dan bukan merupakan sebuah penindasan.
Baca Juga: Dampak Orang Tua yang Selalu Membela Anak Walaupun Salah, Ketika Kasih Sayang Salah Arah
"Khidmah santri kepada kiai bukan sekedar bentuk pengabdian, tapi manifestasi cinta yang tulus," lanjut keterangan.
Masih dawuh kiai Afif, cinta seorang santri bukan lahir dari sebuah pemaksaan.
"Cinta yang tumbuh dari penghormatan, bukan pemaksaan. Dan tentu, cinta tak perlu izin dari siapa pun untuk tetap bersemi," demikian bunyi keterangan.(*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin