Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jadwal Resmi Sidang Isbat Ramadan 2026 Melibatkan NU, Muhammadiyah, dan Ormas Islam

Bayu Shaputra • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:15 WIB
Ilustrasi petugas pemantauan hilal.
Ilustrasi petugas pemantauan hilal.

RADARSITUBONDO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB dan dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan memimpin langsung jalannya sidang.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menegaskan, pemerintah tetap berpegang pada metode integrasi hisab dan rukyatul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menjembatani perbedaan pandangan di kalangan organisasi kemasyarakatan Islam terkait penentuan awal Ramadan.

Menurut Abu Rokhmad, pelaksanaan sidang isbat tahun ini memiliki dasar hukum yang semakin kuat seiring diterbitkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat. Regulasi tersebut menjadi acuan resmi agar proses penetapan berjalan tertib, transparan, serta memberikan kepastian hukum bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah.

 Baca Juga: Putra Wakil Bupati Bogor Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Motor Saat Perjalanan Pulang

Sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, hingga Hidayatullah. Selain itu, turut diundang pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tim Hisab Rukyat Kemenag, pakar astronomi dari BMKG dan BRIN, serta para duta besar negara sahabat.

Proses sidang akan berlangsung dalam tiga tahap, yakni pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, verifikasi laporan rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di berbagai daerah, serta musyawarah untuk pengambilan keputusan. Pada tahun ini, Kemenag juga berencana memanfaatkan Masjid Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah diresmikan sebagai salah satu lokasi rukyatul hilal.

 Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan di Bareskrim Gara-Gara Candaan 2013

Berdasarkan perhitungan sementara, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 apabila hilal memenuhi kriteria visibilitas dan berhasil teramati. Namun, apabila hilal belum terlihat, awal puasa kemungkinan mundur ke 19 Februari 2026. Pemerintah akan mengumumkan hasil keputusan secara resmi melalui konferensi pers usai sidang isbat.

Keputusan sidang isbat tersebut nantinya menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di seluruh Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadan secara serentak.

Editor : Ali Sodiqin
#Ramadhan 1447 Hijriah #Jadwal sidang isbat #kementerian agama