Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Heboh Batu Ajaib di Makam Kandang Timur Situbondo, Diduga Tumbuh Sendiri dan Makin Membesar

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 4 Februari 2026 | 20:02 WIB
BUKAN BATU NISAN: Seorang warga Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo, menemukan sebuah batu di tengah area pemakaman yang diduga terus tumbuh dan membesar.
BUKAN BATU NISAN: Seorang warga Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo, menemukan sebuah batu di tengah area pemakaman yang diduga terus tumbuh dan membesar.

RADARSITUBONDO.ID - Warga Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo, dihebohkan dengan keberadaan sebuah batu unik yang berada di tengah area pemakaman umum Dusun Kandang Timur. Batu tersebut diduga “tumbuh” sendiri karena ukurannya disebut-sebut semakin membesar dari tahun ke tahun.

Batu yang tertanam di antara makam-makam itu menarik perhatian warga dan para peziarah. Selain ukurannya yang kini terlihat lebih besar dibanding sebelumnya, keberadaan batu tersebut juga dikaitkan dengan berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat setempat.

Salah satu penjaga makam, Misdari, mengungkapkan bahwa batu tersebut sudah ada sejak lama. Namun, pada awalnya batu itu berukuran kecil dan tampak seperti batu pada umumnya. “Waktu saya pindah ke sini beberapa tahun lalu, batu itu masih kecil. Anehnya, tidak ada yang memindahkan atau menambah batu, tapi sekarang ukurannya semakin besar dan tinggi,” ujar Misdari.

Menurutnya, perubahan ukuran batu tersebut terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu membuat warga heran karena tidak ada aktivitas yang diketahui dapat menyebabkan perubahan tersebut.

 “Warga kaget karena batu itu tetap di tempatnya, tidak pernah dipindahkan,” katanya.

Perubahan tersebut kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Bahkan, muncul berbagai kepercayaan yang menyebut batu tersebut sebagai 'khodam pusar alam'. Ada pula yang meyakini arah batu dapat berubah mengikuti musim.

“Katanya, kalau musim kemarau batunya menghadap selatan–utara, sedangkan saat musim hujan mengarah ke barat daya. Warga percaya itu sebagai tanda perubahan cuaca,” tambah Misdari.

Hingga kini, batu tersebut dibiarkan tetap berada di tempatnya dan tidak ada yang berani memindahkan atau mengambilnya. Warga setempat percaya batu itu memiliki nilai tersendiri, bahkan dianggap keramat oleh sebagian masyarakat. “Dulu pernah dibuatkan penutup dan dipasangi lampu agar tidak diambil orang, tapi tidak lama kemudian semuanya rusak,” jelasnya.

Keberadaan batu tersebut kini menjadi pemandangan tak biasa di area pemakaman. Terus menarik perhatian para peziarah.

Fenomena batu yang diduga tumbuh sendiri itu pun masih menjadi cerita unik yang terus diperbincangkan warga. “Yang penting jangan sampai musyrik. Ini mungkin bagian dari keajaiban Tuhan,” pungkas Misdari. (pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #batu ajaib