RADARSITUBONDO.ID - Warga Dusun Cangkring, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, memadati tempat pemakam umum (TPU) setempat, Senin malam (16/2). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendoakan para leluhur sekaligus menyambut kedatangan Bulan Ramadan.
Eksan, 56, salah satu warga mengatakan, kegiatan nyekar kuburan menjelang Bulan Ramadan sudah menjadi tradisi tahunan. Puluhan warga baik laki-laki maupun perempuan berkumpul dan berdoa bersama. “Acara doa bersama ini disebut nyekar akbar. Karena yang datang banyak sekaligus berdoa bersama,” ungkap Eksan, Selasa (17/2).
Dikatakan, acara menjadi sakral karena warga difasilitasi layar untuk menonton bareng (nobar) biografi Bujuk Alam dan Bujuk Angrima. Dua orang tersebut diyakini pembabat desa dan terkenal keramat selama hidupnya.
“Warga makin kompak nyekar ke kubur meskipun malam hari karena ada semacam hiburan nonton bareng kisah Bujuk Alam dan Bujuk Angrima,” katanya.
Selain itu, juga mendatangkan penceramah untuk menyampaikan keistimewaan dan rahasia-rahasia bulan Ramadan. Sehingga, warga bukan hanya membaca tahlil yang dihadiahkan kepada leluhur, tetapi juga mendapat limu dan pengetahuan baru.
“Alhamdulillah dengan adanya penceramah, kami bisa memahami bagaimana cara memberi salam pada ahli kubur, kami juga bisa tahu pentingnya mendoakan orang yang sudah meninggal dunia,” pungkas Eksan. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono