Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Makna Wafat di Bulan Ramadan: Ulama Tegaskan Tidak Ada Dalil Khusus, Amal Saleh Tetap Jadi Penentu

Bayu Shaputra • Minggu, 8 Maret 2026 | 13:08 WIB

Ilustrasi berdoa.
Ilustrasi berdoa.

RADARSITUBONDO.ID - Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh keberkahan bagi umat Islam di seluruh dunia. Banyak umat muslim yang meyakini bahwa meninggal dunia di bulan suci tersebut merupakan pertanda baik atau bahkan jaminan masuk surga.

Namun para ulama berpendapat bahwa anggapan tersebut perlu dipahami secara lebih bijak berdasarkan dalil yang sahih.

Sejumlah tokoh ulama menyebut bahwa tidak terdapat dalil khusus dalam Al-Qur'an maupun hadis sahih yang secara spesifik menjelaskan keutamaan kematian dunia di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Perjalanan Karier Vidi Aldiano: Dari Penyanyi Muda hingga Ikon Pop Indonesia

Ustadz Ahmad Anshori menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada keterangan yang secara tegas menyebutkan bahwa seseorang yang meninggal di bulan Ramadhan pasti mendapatkan keutamaan tertentu.

Menurutnya, keyakinan bahwa wafat di bulan Ramadhan otomatis menjamin seseorang masuk surga tidak memiliki dasar dalil yang kuat dalam ajaran Islam.

“Tidak ada dalil yang secara spesifik menyatakan bahwa meninggal di bulan Ramadhan pasti mendapatkan keutamaan tertentu,” jelasnya.

Oleh karena itu, umat Islam diminta untuk tidak menyimpulkan sesuatu yang tidak didukung oleh sumber syariat yang jelas.

Baca Juga: Riwayat Pengakuan Vidi Aldiano Awal Mengidap Kanker Ginjal

Meski demikian, ulama lain menyampaikan bahwa wafat di bulan Ramadhan dapat dipandang sebagai pertanda baik.

Ustadz Khalid Basalamah menyebut bahwa meninggal dunia pada bulan Ramadhan bisa menjadi indikasi husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik. Hal tersebut karena Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia dalam Islam.

Bulan Ramadhan dikenal sebagai waktu di mana pintu surga terbuka, pintu neraka tertutup, dan pahala amal ibadah dibuka gandakan.

Namun demikian, indikator tersebut tidak dapat dijadikan kepastian mutlak bahwa seseorang pasti mendapatkan keselamatan akhirat.

Para ulama menegaskan bahwa seseorang yang meninggal dunia di bulan Ramadhan tidak otomatis dijamin masuk surga.

Penentunya tetap pada kualitas iman serta amal saleh yang dilakukan selama hidup di dunia.

Dengan kata lain, waktu wafat bukanlah faktor utama yang menentukan nasib seseorang di akhirat.

Keimanan, ketakwaan, serta amal baik yang dilakukan secara konsisten jauh lebih menentukan daripada sekedar waktu kematian dunia.

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Industri Musik Indonesia Berduka

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa fenomena kematian dunia di bulan Ramadhan perlu dipahami dari dua sudut pandang.

Pertama adalah kemuliaan waktu Ramadhan itu sendiri sebagai bulan penuh berkah.

Kedua adalah kualitas keimanan dan amal saleh yang dimiliki seseorang selama menjalani kehidupan.

Menurutnya, kecerahan waktu tidak serta-merta menjadi penentu nilai akhir kehidupan seseorang di hadapan Allah SWT.

“Yang menentukan adalah bagaimana kualitas iman dan amal seseorang selama hidupnya,” jelasnya.

Baca Juga: Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak, Kru KMP Trimas Laila Selamatkan Pria Asal Banyuputih Situbondo dari Maut

Meskipun tidak ada dalil khusus mengenai keutamaan meninggal dunia di bulan Ramadhan, terdapat beberapa hadis yang berkaitan dengan puasa yang sering dijadikan referensi.

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa satu hari karena mengharap ridha Allah, lalu meninggal dalam keadaan seperti itu, maka ia akan masuk surga.

Selain itu, terdapat hadis yang menjelaskan bahwa orang yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Hadis ini menunjukkan bahwa keutamaan Ramadhan berkaitan dengan eratnya amal ibadah yang dilakukan pada bulan tersebut.

Ada pula hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi yang menyebutkan bahwa orang yang meninggal dunia di bulan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharapkan pahala dari Allah akan terbebas dari azab kubur.

Namun para ulama mengingatkan bahwa hadis tersebut perlu dipahami dengan kehati-hatian serta tetap dikaitkan dengan kondisi keimanan seseorang.

Selain itu, meninggal dunia di bulan Ramadhan juga tidak termasuk kategori mati syahid sebagaimana yang dijelaskan dalam berbagai kajian fiqih.

Baca Juga: PMI Situbondo Diduga Terjebak Konflik Timur Tengah, Bupati Mas Rio Siap Temui Menteri PPMI

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Syekh Nur Ali Salman. Ia mengeluarkan fatwa bahwa bulan Ramadhan tidak dapat dijadikan indikator seseorang pasti masuk surga.

Menurutnya, kunci utama keselamatan akhirat tetap terletak pada amal saleh yang dilakukan sepanjang hidup.

Ramadhan memang merupakan bulan yang penuh rahmat dan ampunan, namun nilai seseorang di sisi Allah tetap bergantung pada keimanan, ketakwaan, serta amal baik yang dilakukan secara konsisten.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas amal saleh.

Dengan demikian, jika suatu saat ajal datang, seseorang telah berada dalam kondisi iman yang terbaik.

Editor : Agung Sedana
#Dalil wafat di Ramadan