RADARSITUBONDO.ID -Tim Yayasan Museum Balumbung Situbondo, (YMBS) meninjau makam kuno, di Dusun Utara, Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Kamis (30/4). Berdasarkan analisis tulisan pada batu nisan yang bisa dibaca, ternyata makam tersebut diketahui milik Nyai Rohisah Mahdali yang wafat pada tahun 1915 Masehi.
Juru Bicara YMBS, Agung Hariyanto, menerangkan, berdasarkan hasil penelusuran Nyai Rohisah berasal dari Arab-Hadramut. Dia merupakan warga keturunan Arab dari Madura dengan marga keluarga Mahdaly.
"Diduga Nyai Rohisah adalah seorang Syarifah atau disebut juga Habibah. Ini wafat Maret/April 1915. Kalau dihitung wafat 30 tahun sebelum Indonesia merdeka. Tapi makamnya sempurna," ujar Agung.
Kata dia, batu nisannya juga berbeda dengan makam pada umumnya. Sebab batu nisan terbuat dari batu karang dan memiliki bentuk mengkrucut. Batu nisan terdeteksi serupa dengan makam asta tinggi yang ada di Madura.
“Makam ada empat, batu nisannya juga sama. Diduga makam ini adalah makam seorang Habib atau Syaikh,” ujar Agung.
Kata Agung warga yang ada di desa jangkar termasuk orang yang menemukan kubur kali pertama juga belum mengetahui secara pasti sejarah dari makam kuno tersebut. Namun dulu ada Kiai Jufri Ali, pendiri Pesantren Makarimal Ahlaq, yang semasa hidupnya sering berziarah ke makam tersebut.
“Sekarang kalau makam Kiai Jufri Ali yang juga keturunan Arab berada di areal pemakaman Sukorejo. Dulu semasa hidupnya sering nyekar ke makam ini,” tutur Agung. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono