Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

14 Tahun Nabung dari Jualan Tempe, Seini Akhirnya Naik Haji! Kisah Haru dari Rp10 Ribu Sehari

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 5 Mei 2026 | 19:39 WIB
BERAKTIVITAS: Seini, 46, penjual tempe asal  Kecamatan Asembagus, menun­jukkan kartu pemberangkatan haji, Senin (4/5). (HUMAIDI/JPRS)
BERAKTIVITAS: Seini, 46, penjual tempe asal Kecamatan Asembagus, menun­jukkan kartu pemberangkatan haji, Senin (4/5). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Mimpi besar kadang lahir dari usaha yang sederhana. Itu dibuktikan Seini, 46, penjual tempe asal Kecamatan Asembagus. Setelah 14 tahun menyisihkan uang hasil jualan tempe, dia akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci pada bulan ini.

Meski hari pemberangkatannya ke Tanah Suci semakim dekat, Seini tetap sibuk memproduksi tempe di rumahnya. Tumpukan kedelai satu per satu diolah menjadi tempe. Usaha yang digeluti bertahun-tahun itulah yang mengantarkannya mampu menunaikan rukun Islam ke lima.

“Awalnya hanya mampu buat dua kilogram tempe. Pembelinya juga masih sepi,” kenang Seini kepada Koran ini, Senin (4/5).

Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Sejak tahun 2008, Seini rutin menyisihkan hasil jualan. Sehari bisa menabung Rp 10 ribu hingga Rp 50. “Tiap hari nabung Rp 10 ribu. Kalau lebih, ya nabung banyak. Intinya nabung diniatkan untuk naik haji,” ujar Seini.

Dia resmi mendaftar haji tahun 2012. Selama menunggu 14 tahun, dia tak berhenti memproduksi tempe. Usahanya terus berkembang. Kini, dalam sehari dia bisa menghabiskan satu kuintal kedelai. Jika ramai bisa tembus dua kuintal. Total produksi mencapai 150 kilogram tempe per hari dengan dibantu enam karyawan.

“Dari ekonomi sulit hingga usaha berjalan lancar saya rutin menabung untuk naik haji. alhamdulillah setelah 14 tahun menunggu dalam bulan ini bisa naik haji,” tuturnya.

Bagi Seini, Tanah Suci bukan sekadar perjalanan ibadah, tapi tentang mimpi panjang yang diniatkan sejak memulai usaha tempe. “Untuk pemuda yang punya cita-cita mau naik haji jangan kecil hati. Nabung saja, pasti nanti juga dipanggil oleh Allah ke Tanah Suci. Kalau tidak ada niat, bagaimana mau semangat menabung. Kalau yang kaya mungkin sudah tinggal bayar bisa jalan,” pungkasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #pengusaha tempe #Haji 2026