RADARSITUBONDO - Banyak orang menyambut Ramadan dengan persiapan luar biasa. Menu buka puasa sudah direncanakan jauh hari, jadwal tadarus sudah disusun, bahkan baju baru sudah disiapkan sebelum lebaran tiba. Namun ketika Dzulhijjah datang, banyak yang membiarkannya berlalu begitu saja. Padahal di sinilah tersimpan salah satu ladang pahala terbesar dalam setahun.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Hari-hari terbaik di dunia adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." Bahkan dalam riwayat lain, Nabi SAW menegaskan bahwa tidak ada hari yang paling agung dan paling dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari Dzulhijjah ini.
Lalu apa saja amalan yang dianjurkan selama hari-hari istimewa ini?
1. Memperbanyak Dzikir, Takbir, dan Tahmid
Imam Ahmad meriwayatkan dari Umar bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari Dzulhijjah ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid."
Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, dan orang-orang di sekitar mereka pun ikut bertakbir. Ini menunjukkan bahwa dzikir di hari-hari ini bukan hanya amalan pribadi, tapi juga bisa menjadi pengingat bersama.
Baca Juga: Puasa Arafah 2026: Jadwal, Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Lengkap
Yang perlu diperhatikan, tidak dibolehkan mengumandangkan takbir secara bersama-sama dalam satu suara seperti koor. Yang sesuai sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri.
2. Berpuasa, Terutama pada Hari Arafah
Salah satu istri Nabi SAW meriwayatkan bahwa beliau berpuasa pada sembilan hari dari bulan Dzulhijjah, hari Asyura, dan tiga hari setiap bulannya. (Sunan Nasa'i No. 2332, derajat shahih)
Dari seluruh hari itu, hari Arafah adalah yang paling utama. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa hari Arafah, saya berharap dari Allah dapat menghapuskan dosa-dosa setahun sebelumnya dan juga tahun sesudahnya." (Sunan Tirmidzi No. 680, derajat shahih)
Ada riwayat dari Aisyah yang menyebutkan bahwa ia tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa pada sepuluh hari tersebut. Para ulama menjelaskan bahwa maksud pernyataan Aisyah ini adalah beliau tidak melihatnya karena mungkin saat itu Nabi sedang berhalangan, seperti sakit atau dalam perjalanan, atau memang puasa beliau bersifat pribadi. Jadi tidak terlihat bukan berarti tidak dilakukan.
3. Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama di antara seluruh amalan pada hari-hari ini, berdasarkan sabda Nabi SAW, "Dari umrah ke umrah adalah tebusan dosa-dosa yang dikerjakan di antaranya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah surga."
Bagi yang belum memiliki kesempatan berhaji, inilah saat yang tepat untuk memperkuat niat dan mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun finansial, agar kelak bisa memenuhi panggilan-Nya.
4. Melaksanakan Kurban
Di hari Nahr yakni 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyriq, disunnahkan untuk berkurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim alaihis salam.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mempunyai hewan kurban untuk disembelih, maka apabila terlihatnya hilal Dzulhijjah, janganlah ia mengambil sedikit pun dari rambut dan kukunya sampai ia selesai berkurban." (HR. Muslim, hadis shahih)
Kurban bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah bentuk nyata dari kepatuhan kepada Allah, mengikuti jejak Ibrahim yang rela mengorbankan apa yang paling ia cintai.
5. Memperbanyak Amal Shalih Secara Umum
Allah memberikan kabar gembira bahwa Dia sangat mencintai amal shalih yang dilaksanakan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Karena itu ada banyak peluang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, mulai dari ibadah wajib hingga yang sunnah.
Di antara amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak shalat sunnah, sedekah, membaca Al-Quran, dan beramar makruf nahi mungkar.
Tidak perlu menunggu amalan besar. Bahkan senyum yang tulus, membantu tetangga, dan menjaga lisan dari perkataan buruk pun termasuk amal shalih yang pahalanya berlipat ganda di hari-hari ini.
6. Bertaubat dan Meninggalkan Kemaksiatan
Termasuk yang ditekankan pula di awal Dzulhijjah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat, serta meninggalkan tindak zalim terhadap sesama.
Taubat bukan hanya amalan di bulan Ramadan. Di hari-hari paling mulia ini, pintu taubat terbuka lebar dan setiap langkah menuju kebaikan mendapat nilai yang jauh lebih besar dari hari biasa.
7. Jangan Biarkan Hari-Hari Ini Berlalu Biasa Saja
Banyak orang yang sangat antusias dan totalitas saat menyambut bulan suci Ramadan. Namun fenomena yang sering terjadi, semangat ibadah itu justru menurun drastis saat memasuki bulan Dzulhijjah. Padahal Allah telah menyiapkan ladang pahala yang luar biasa besar di awal bulan haji ini.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah hanya datang sekali dalam setahun. Ia tidak menunggu kita siap. Ia datang, memberikan kesempatan, lalu pergi. Yang berbeda hanyalah seberapa banyak yang kita isi di dalamnya.
Semoga kita termasuk yang tidak membiarkan hari-hari terbaik ini berlalu begitu saja. Aamiin.
*Artikel ini disusun berdasarkan hadis shahih dari Imam Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa'i, serta pendapat ulama terpercaya.*
Editor : Agung Sedana