Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain Lengkap dengan Tata Caranya

Bayu Shaputra • Selasa, 26 Mei 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi proses penyembelihan hewan kurban. (Jawapos)
Ilustrasi proses penyembelihan hewan kurban. (Jawapos)

 

RADARSITUBONDO.ID - Menyembelih hewan kurban atas nama orang lain menjadi praktik yang umum dilakukan masyarakat saat Idul Adha.

Dalam pelaksanaannya, syariat Islam memperbolehkan seseorang mewakili proses penyembelihan hewan kurban milik orang lain, baik karena alasan jarak, kondisi fisik, maupun bentuk perwakilan kepada panitia kurban.

Meski diperbolehkan, ada tata cara khusus yang perlu diperhatikan agar ibadah kurban tetap sah sesuai ketentuan syariat. Salah satu yang paling utama ialah penyebutan nama orang yang berkurban saat membaca doa penyembelihan.

Baca Juga: Libur Idul Adha 2026 Berpotensi Jadi Enam Hari, Ini Rincian Tanggalnya

Dalam kurban untuk diri sendiri, penyembelih cukup membaca basmalah dan takbir. Namun ketika hewan kurban disembelih atas nama orang lain, maka nama pemilik kurban dianjurkan disebutkan secara jelas dalam lafadz doa.

Lafadz doa yang biasa dibaca saat penyembelihan berbunyi, “Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min … (menyebut nama pemilik hewan kurban tersebut).”

Doa tersebut memiliki arti, “Dengan menyebut nama Allah, Dia-lah yang Maha Besar. Ya Allah, (hewan kurban ini) berasal dari-Mu dan untuk-Mu. Hewan kurban ini berasal dari (nama orang yang berkurban).”

Baca Juga: Tottenham Lolos dari Zona Degradasi Setelah Menang Tipis atas Everton

Penyebutan nama dalam doa menjadi bagian penting agar niat ibadah kurban tetap ditujukan kepada orang yang bersangkutan. Dengan demikian, pahala dan pelaksanaan ibadah kurban dapat diniatkan secara tepat sesuai pemilik hewan.

Dalam sejumlah literatur fikih dijelaskan bahwa sebelum membaca doa penyembelihan, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan secara berurutan. Salah satunya sebagaimana dijelaskan Syekh M Nawawi Banten dalam kitab Tausyih ala Ibni Qasim.

Sebelum penyembelihan dimulai, penyembelih dianjurkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak tiga kali dan tahmid satu kali sebelum masuk pada doa penyembelihan kurban.

Selain lafadz doa, syarat pelaksanaan penyembelihan juga menjadi perhatian penting. Orang yang menyembelih hewan kurban harus memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.

Penggunaan alat sembelih yang tajam juga dianjurkan agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan tidak menyakiti hewan terlalu lama.

Praktik penyembelihan kurban atas nama orang lain sendiri banyak ditemukan di masyarakat. Misalnya orang tua yang berkurban atas nama anaknya, suami yang mewakili istri, hingga panitia kurban yang dipercaya menyembelihkan hewan milik para jamaah.

Baca Juga: BGN Luncurkan Aplikasi Review Menu MBG untuk Awasi Kualitas Makanan Bergizi Gratis

Dalam kondisi tertentu, praktik ini bahkan dianjurkan, terutama jika orang yang berkurban tidak mampu hadir langsung di lokasi penyembelihan. Selama niat kurban jelas dan nama pemilik hewan disebutkan dalam doa, maka pelaksanaan kurban tetap dinilai sah menurut syariat.

Editor : Bayu Shaputra
#menyembelih #idul adha #kurban