Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Berapa Jumlah Takbir Salat Idul Adha? Ini Penjelasan Lengkap Sesuai Sunnah

Bayu Shaputra • Selasa, 26 Mei 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi shalat Idul Adha. (ANTARA)
Ilustrasi shalat Idul Adha. (ANTARA)

 

RADARSIITUBONDO.ID - Salat Idul Adha memiliki ketentuan khusus yang membedakannya dari salat fardu maupun salat sunnah lainnya.

Salah satu perbedaan paling menonjol terletak pada jumlah takbir tambahan yang dibaca dalam dua rakaat salat Id. Pemahaman mengenai tata cara ini penting agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat dan sunnah Rasulullah SAW.

Dalam mazhab Imam Syafi’i, salat Idul Adha dilaksanakan dengan tambahan tujuh kali takbir pada rakaat pertama setelah takbiratul ihram. Sementara pada rakaat kedua, jamaah dianjurkan membaca lima kali takbir setelah bangkit dari sujud sebelum membaca surah Al-Fatihah.

Baca Juga: Libur Idul Adha 2026 Berpotensi Jadi Enam Hari, Ini Rincian Tanggalnya

Dengan demikian, jumlah keseluruhan takbir tambahan dalam salat Idul Adha mencapai 12 kali. Jumlah tersebut belum termasuk takbiratul ihram maupun takbir perpindahan gerakan dalam salat.

Ketentuan ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan dari Amr bin Syu’aib mengenai praktik Rasulullah SAW saat melaksanakan salat hari raya. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua.

Pelaksanaan takbir tambahan dilakukan sebelum pembacaan surah Al-Fatihah. Di sela-sela setiap takbir, umat Muslim dianjurkan membaca dzikir dengan durasi singkat, tidak terlalu panjang maupun terlalu pendek.

Baca Juga: Tottenham Lolos dari Zona Degradasi Setelah Menang Tipis atas Everton

Bacaan dzikir yang umum diamalkan dan disepakati banyak ulama ialah, “subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.” Dzikir tersebut dibaca untuk menjaga kekhusyukan sekaligus menghidupkan suasana ibadah pada hari raya.

Selain itu, setiap takbir dianjurkan dilakukan dalam satu napas. Tata cara tersebut dimaksudkan agar bacaan terdengar jelas dan pelaksanaan salat tetap berlangsung dengan tenang serta tertib.

Pendapat mengenai jumlah takbir ini menjadi pandangan mayoritas ulama dari kalangan sahabat Nabi, tabiin, hingga fuqaha Madinah. Imam Malik dan Imam Syafi’i termasuk ulama yang mengikuti ketentuan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua.

Pandangan serupa juga dinukil dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Karena itu, tata cara tersebut menjadi amalan yang paling luas diterapkan umat Muslim di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia.

Meski demikian, terdapat perbedaan pendapat di kalangan mazhab fikih terkait jumlah takbir salat Idul Adha. Imam Abu Hanifah memiliki pandangan berbeda dengan menetapkan tiga kali takbir pada rakaat pertama dan tiga kali takbir pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah.

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya keluasan dalam khazanah fikih Islam. Namun, mayoritas umat Muslim tetap mengikuti pendapat yang paling banyak diamalkan dan memiliki landasan hadis yang kuat.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Punya Rekam Jejak Manis di Mugello

Pemahaman mengenai tata cara salat Idul Adha menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah hari raya. Dengan mengetahui jumlah takbir dan urutan pelaksanaannya secara benar, umat Muslim dapat menjalankan salat Id sesuai sunnah Rasulullah SAW dan lebih khusyuk dalam beribadah.

Pelaksanaan ibadah yang didasari ilmu dan pemahaman yang tepat diharapkan dapat menambah nilai keutamaan serta keberkahan pada momentum Idul Adha.

Editor : Bayu Shaputra
#Shalat Idul Adha #Takbir