Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kunci Jendela Dunia

Ali Sodiqin • Selasa, 31 Oktober 2023 | 00:00 WIB
Oleh: KARINA SAFITRI*
Oleh: KARINA SAFITRI*

PERNAHKAH kita bertanya, mengapa Indonesia kalah bersaing dengan negara lain? Jika dilihat perkembangan teknologi, mungkin saja.

Namun sebenarnya yang paling mendasar, ketertinggalan kita adalah karena rendahnya pengetahuan yang dimiliki pemuda-pemudi negara kita.

Pengetahuan tentu didapat dari membaca. Karena dengan membaca, wawasan seseorang akan luas dan pengetahuannya bertambah. Namun minat membaca kita terbilang sangat rendah.

Hasil survei UNESCO, tingkat membaca masyarakat Indonesia mencapai 0,001 persen. Ini sangat memprihatinkan.

Sesungguhnya banyak pengaruh yang ditimbulkan oleh rendahnya minat membaca. Minat baca yang tinggi, dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.

Minat baca yang rendah menyebabkan kemerosotan sumber daya manusia (SDM) dan mutu pendidikan.

Salah satu alasan rendahnya minat baca karena sikap malas yang mengakar. Masyarakat lebih senang menikmati fitur teknologi, menonton tivi, bermain gawai, bermain media sosial, dan bahkan kecanduan game online maupun offline. Kecanduan main game dan medsos membuat malas membaca.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membaca menyebabkan banyak timbul masalah. Namun, pemerintah tak kunjung mengambil tindakan dalam mengatasi permasalahan ini.

Budayawan Taufiq Ismail pernah mengeluhkan kondisi tersebut. Karena negara maju sudah ada peraturan yang mewajibkan siswanya menamatkan beberapa buku ketika mereka lulus.

Namun berbeda sekali dengan negara kita. Jika tak ada kewajiban yang membuat aturan seperti itu, akibatnya tak akan ada buku yang akan dibaca. Bahkan setelah mereka tamat sekolah tidak pernah membaca buku.

Dalam hal ini, pemerintah tidak juga bertindak cepat dalam meningkatkan minat baca yang terus mengalami penurunan.

Karena itu, pemerintah seharusnya lebih proaktif dalam meningkatkan dan mengajak masyarakat untuk lebih gemar membaca.

Salah satu faktor pendukung yang dapat dilakukan pemerintah ialah dengan peningkatan jumlah buku per tahunnya.

Jumlah produksi buku di negara kita masih terbilang rendah. Ini jika dibandingkan dengan produksi buku di negara tetangga. Karena ketersediaan buku bacaan sangat dibutuhkan.

Pemerintah juga harus menyalurkan buku-buku tersebut ke daerah terpencil, seperti daerah pedalaman.

Pemerintah juga harus lebih memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhi minat baca. Sehingga pemerintah dapat dengan bijak dalam mengatasi permasalahan ini.

Lantas, apakah solusi terbaik dalam mengatasinya? Berikut langkah awal dalam meningkatkan minat baca: 

Pertama, bangun motivasi minat membaca. Mulai membangun motivasi dalam diri kita sendiri untuk minat membaca. Tanamkan kesadaran bahwa membaca adalah sesuatu yang sangat penting.

Kedua, menciptakan lingkungan yang ramah dalam membaca. Mintalah dukungan dari berbagai lingkungan untuk membentuk lingkungan yang mendukung dalam program membaca seperti lingkungan keluarga.

 Mintalah mereka memberikan dukungan dalam menjalankan program ini. Seperti penyediaan buku-buku di rumah membuat perpustakaan kecil atau membuat pojok baca dan masih banyak lagi.

Ketiga, mulai membaca yang kita sukai. Mulai membaca dengan sesuatu yang kita sukai jangan membaca sesuatu yang berbasis berat seperti artikel dan jurnal.

Tapi mulai dengan membaca komik, novel, dan buku-buku motivasi baru lanjut ke tahap selanjutnya jika kamu sudah terbiasa membaca yaitu membaca yang berbasis sedang.

Karena apabila terlalu memaksakan dan membaca buku yang berbasis berat, maka akan memancing rasa jemu.

Keempat, sisihkan waktu yang tepat yang nyaman untuk membaca. Biasanya waktu yang tepat dalam membaca adalah waktu senggang dan luang yang membutuhkan ketenangan.

Seperti jam istirahat, jam kosong di sekolah, sebelum tidur, atau dapat pula di perpustakaan.

Kelima, menumbuhkan rasa ingin tahu. Sebenarnya minat seseorang dalam membaca harus dipicu dari diri orang masing-masing, bagaimana seseorang menumbuhkan rasa ingin tahu tentang sesuatu.

Hal inilah yang membuat kita mencari tau jawabannya kemudian membaca buku dan apa pun yang berkaitan dengan pertanyaan kita.

Keenam, mintalah seseorang merekomendasikan buku.

Ini salah satu cara yang cukup efektif agar lebih memaksakan diri untuk segera memulai membaca, dengan begitu kita akan terpancing dan lebih bersemangat untuk membaca buku.

Inilah langkah awal cara meningkatkan dan tips dalam meningkatkan minat membaca

Dengan membaca kita dapat membuka kunci jendela dunia, ketika jendela tersebut telah terbuka maka kita akan dapat menggenggam dunia dengan tangan kita.

Teruslah membaca dan serap pengetahuan yang ada di dalamnya sebanyak-banyaknya. (*)

*) Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prodi Tadris/Pendidikan Bahasa Indonesia, IAI Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.  

Editor : Ali Sodiqin
#buku #minat baca #mutu pendidikan #membaca #perpustakaan #taufiq ismail #unesco