Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

OHN, Pembuka Paradigma Lingkup Kerja Perawat

Ali Sodiqin • Rabu, 7 Februari 2024 - 18:11 WIB
Oleh: DEVANDA FAIQH ALBYN*
Oleh: DEVANDA FAIQH ALBYN*

SECARA global, tenaga kerja keperawatan mencapai 59 persen dari seluruh profesi kesehatan di dunia (WHO, 2020).

Jumlah ini akan terus bertambah dan berubah sesuai kebutuhan zaman.

Dari data Kemenkes RI 4 Januari 2023, jumlah tenaga kesehatan menurut kualifikasi: terdapat 524.508 perawat, 309.838 bidan, 151.095 dokter, 93.652 farmasi, 49.011 ahli teknologi laboratorium medis (ATLM), 47.898 kesmas, 30.434 gizi, 27.918 dokter gigi, dan 22.370 kesehatan lingkungan.

Dapat diambil kesimpulan, perawat merupakan tenaga kesehatan terbanyak. Lalu apakah pendistribusian perawat sudah optimal?

Dewasa ini, banyak lulusan keperawatan yang berasumsi, setelah lulus menempuh pendidikan D-3, S-1, dan Profesi Keperawatan hanya bekerja di klinik, laboratorium, dan rumah sakit.

Masih minim sekali pengetahuan sejawat dan mahasiswa keperawatan mengetahui peluang kerja perawat di perusahaan/industri.

Occupational Health Nursing (OHN) adalah salah satu disiplin ilmu keperawatan independen yang keilmuannya merupakan gabungan dari keilmuan medical, public health, industri hygiene, dan nursing.

Profesi OHN dan paramedis perusahaan sangat bisa menjadi terobosan atau pengoptimalan terhadap pendistribusian perawat di Indonesia.

Sehingga, akan terjadi pemerataan di berbagai sektor pelayanan kesehatan.

Banyak benefit yang didapat sebagai OHN. Salah satunya upah yang fantastis, lingkungan kerja yang bervariasi, seperti pertambangan, migas, forestry, konstruksi, kepariwisataan, transportasi, dan lain-lain, serta jenjang karir yang bervariasi.

Perihal upah yang didapat, tergantung dari instansi yang dipilih. Ada rumah sakit yang memiliki layanan OHIH (Occupational Health and Industrial Hygiene) dengan range gaji UMR hingga lebih.

Agency PJK3 dengan kisaran gaji Rp 5 juga sampai Rp 8 juta. Tergantung lokasi kerjanya.

Selain itu, mendapatkan fasilitas mes, tiket pesawat, makan, dan laundry.

Yang sangat fantastis, hire by company ini bisa mendapat gaji Rp 10 juta hingga Rp 20 juta lebih. Tergantung perusahaannya bonafide atau tidak, baik perusahaan dalam atau luar negeri.

Mereka juga mendapatkan asuransi kesehatan. Baik untuk perawat itu sendiri hingga keluarganya, tergantung status dan jabatan yang diemban.

Tentunya, semua fasilitas tersebut harus sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi yang ditempuh.

Banyak disiplin ilmu dan profesi yang berhubungan dengan K3, tenaga profesional kesehatan, dan keselamatan kerja yang sudah diterapkan perusahaan dan industri di 49 negara.

Antara lain occupational health physicians, occupational health nurses, occupational hygienists, safety engineers, ergonomists/physiotherapists, dan psychologists.

OHN merupakan aplikasi dari konsep dan frame work dari berbagai disiplin ilmu (keperawatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu sosial dan perilaku, dan prinsip-prinsip manajemen).

Ini bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara status kesehatan pekerja, melindungi pekerja dari kecelakaan kerja, serta faktor risiko bahaya di tempat kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

Mengingat, waktu masyarakat Indonesia sepertiga dalam sehari banyak dihabiskan di tempat kerja.

Dalam tulisan ini, penulis yang berprofesi sebagai praktisi sekaligus akademisi OHN, ingin mengubah paradigma mengenai peluang kerja dan kesejahteraan para sejawat perawat di Indonesia.

Dalam buku OHN, Tukayo (2020) menyatakan, jumlah perawat OHN di Indonesia relatif jarang.

Data per 26 April 2020 Kementerian Perindustrian mencatat telah mengeluarkan izin operasional dan mobilitas untuk kegiatan industri kepada 14.533 perusahaan. Total tenaga kerja adalah 4.330.215 orang.

Namun, OHN jumlahnya masih sangat terbatas. Selain belum tersedianya lembaga pendidikan keperawatan yang menyelenggarakannya program peminatan OHN, tenaga pengajar OHN belum tersedia.

Selain itu, pelatihan OHN di perguruan tinggi di Indonesia juga belum ada.

Menurut WHO (2012), perawat OHN termasuk dalam tim medical, manajer keperawatan, penasihat, pendidik, peneliti, dan koordinator.

OHN sudah banyak dikenal di negara barat dan maju, namun masih dianggap sebagai bidang baru di negara berkembang termasuk Indonesia.

Untuk mewadahi profesi OHN dan memperkenalkan OHN lebih luas lagi kepada masyarakat, banyak platform digital yang menginformasikan beragam konten media sosial tentang OHN.

Ada pula akun yang telah tergabung juga dalam Indonesian Network of Occupational Safety and Health Professionals (INOSHPRO), sebagai wadah pengembangan profesi OHN dan paramedis perusahaan di Indonesia.

*) Alumnus S-1 Keperawatan dan Profesi Ners Stikes Banyuwangi, Lulus Tahun 2018.

Editor : Ali Sodiqin
#dokter #kerja #tenaga kerja #perawat #Paradigma #kesehatan