POLEMIK kehidupan tak bisa kita hindari. Sekeras apa pun usaha kita, jika sudah bergelar manusia pasti merasakan yang namanya ujian. Sesuai pepatah yang sudah menjamur di mana-mana yaitu “hidup itu seperti roda yang berputar, dan kita berada di titik tertentu sisi roda tersebut. Jadi, ada kala kita di atas, dan ada kalanya kita di bawah”.
Begitu pula Isyana Saraswati pernah berujar, bahwa hidup itu seperti roller coaster. Dari sini bisa ditarik benang merah, bahwa hidup dan masalah sudah menjadi ikatan pati. Selama masa periode kehidupan manusia masih berjalan, maka selama itu pula masalah menemani kita.
Namun saya akan lebih fokus pada “solusi bangkit dari keterpurukan yang disebabkan oleh masalah.” Sebab, di era globalisasi ini banyak orang-orang salah memilih obat untuk bangkit dari keterpurukan. Bahkan di media sosial diberitakan, tidak sedikit ditemukan beberapa orang lebih memilih log out dari dunia karena merasa semesta tak berpihak padanya.
Ya, self healing namanya. Yang menurut Hayinah Rahmawati, self healing adalah sebuah usaha pengembangan keutuhan diri, baik secara fisik maupun mental.
Dari sekian banyaknya macam self healing yang menawarkan cara membangkitkan tubuh yang terluka, ternyata yang sepertinya menurut saya cocok untuk orang-orang yang hidup di era gempuran tuntutan zaman ada beberapa macam, di antaranya adalah:
Membaca Alquran
Teringat dari bait syi’ir “obat hati” yang istiqomah dibaca di asrama kami ketika menjelang sholat Dhuhur. Bunyinya adalah “obat hati itu lima macamnya, baca al qur’an renungkanlah arti maknanya.” Dari bait tersebut bisa dipaham bersama bahwa obat hati itu lima macamnya, salah satunya adalah membaca Al-qur’an dengan disertai menghadirkan hati dan direnungkan arti maknnya.
Selain itu Prof. Dr Malik Babkir Badri mengatakan bahwa membaca Alquran tepatnya pada surat Al Fatihah bisa mendatangkan ketenangan jiwa. Begitu pula Ustad M. Khoiron Abudulloh dalam rubrik tips pesantren menulis bahwa surat Al-Insyrah turun sebagai pelipur lara bagi Nabi Muhammad SAW. Dan pada surat Al-Baqarah pada ayat 255 yang lumrah dikenal dengan ayat sapu jagat, memiliki energi yang dapat menangkan jiwa hati si pembacanya. Dan masih banyak lagi dari Alquran yang dapat kita jadikan sebagai self healing.
Membaca Selawat
Membaca selawat di samping memberikan ganjaran pahala juga memberikan bonus ketenangan bagi inang yang mengamalkannya. Memang dalam keadaan bagaimanapun selawat yang kita baca akan tetap diterima.
Namun ketenangan hati yang menjadi kebutuhan pembahasan kali ini akan terbuang sia-sia jika cara membaca belum serius. Untuk itu perlu sekiranya kita menghadirkan jiwa raga ketika mengamalkannya. Dengan kata lain kita harus khusyu’ atau fokus ketika membaca selawat kepada Nabi.
Mendengarkan Musik
Mungkin untuk bagian yang ini masih diragukan legitimasi pahalanya. Tapi, jika masalah ini kita include ke kaidah fikih yang berbunyi “al umuru bimaqasidiha” dan cabangnya yang berupa hadis yaitu “al a’malu binniyati” yang mana keduanya memiliki semangat yang sama yaitu perbuatan atau pekerjaan itu tergantung niat atau maksud kita dalam mengerjakan pekerjaan itu sendiri.
Boleh jadi niat mendengarkan musik untuk menjadikannya sebagai support system dalam membangkitkan semangat hidup pada tubuh merupakan kategori niat yang baik. Dari mendengarkan musik favorit kita, beberapa orang mengatakan hal demikian akan membantu menenangkan hati yang sedang tidak baik-baik saja. Seperti lagu yang sedang tengger di fyp, dari Nadhif yang bertakjub “penjaga hati” dan lagu milik Aziz Hendra yang berjudul “somebody’s pleasure”. Terlebih lagu tersebut mengingatkan kita pada momen yang kebetulan waktu itu kita memutar.
Well, tunggu apalagi. Jika kita merasa sedang tidak baik-baik saja, marilah kita memuhasabah diri. Meski gempuran masalah datang bertubi-tubi. Namun kita tidak boleh lari. Self healing salah satunya yang menjadi solusi. Boleh jadi, bukan masalah yang membuat kita perih, namun, bahasa rindu Allah lah yang mungkin gagal kita pahami. (*)
*) Siswa SMA Ibrahimy 1 Sukorejo, Situbondo, asal Banyuwangi.
Editor : Ali Sodiqin