Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sejuta Harapan Untuk Rio-Ulfi

Redaksi • Rabu, 19 Februari 2025 | 12:51 WIB
Oleh: ABD. RAHMAN SALEH, Dosen Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo
Oleh: ABD. RAHMAN SALEH, Dosen Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo

RadarSitubondo.id - Pasangan Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Ulfiyah (Rio-Ulfi) tanggal 20 Februari 2025 akan dikukuhkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Situbondo oleh  presiden Prabowo  Subianto.  Rio-Ulfi merupakan pemenang kontestasi pemilukada Situbondo 2024 yang mendulang suara terbanyak sehingga keluar sebagai pemenang.

Banyak harapan yang didamba masyarakat Situbondo untuk Rio- Ulfi. Situbondo  naik kelas. Itulah jargon politiknya yang selalu digaungkan ketika masa kampanye. 

Ketika pertarungan politik pilkada gesekan yang begitu tajam dan begitu masif diakar rumput dan garis kultur  pada saat Pilkada menjadi tugas  yang harus ditata dengan baik oleh Rio–Ulfi.

Situbondo yang dikelilingi oleh pesantren menjadikan peluang manis bagi Rio-Ulfi membangun Situbondo dengan karakter Kota Santri yang bermartabat.

Kultur yang menjadi roh kehidupan Situbondo harus dipercantik dengan kohesi kebersamaan dan keagamaan yang religius. Jangan sampai lepas kendali dari kultur yang menjadi pondasi  masyarakat Situbondo dalam hidup dan kehidupan.

Sebelas janji politik yang terikrar waktu kampanye harus dijadikan pedoman  dalam tata kelola pemerintahan Situbondo ke depannya. ‘Berantas’ yang merupakan berobat tanpa batas. ‘Pakenyang’ yang merupakan  pangan murah dan tersedia melalui subsidi stok pangan.  Situbondo ‘Melenting’ Situbondo melepas ketertinggalan. 

‘Vorsa’ UMKM yakni Vocher  Usaha dan Pelatihan Kerja serta  Pinjaman Modal Bunga nol persen  untuk UMKM.  ‘Petani Tentram’ yang merupakan Tatanan Negara Indonesia Hidup tenang, Terbantu dan Mandiri.

‘Bantu Desa’ yang merupakan bantuan  Intensif  Fiskal Desa  Rp 150 juta. ‘Naik Honda’ yakni menaikkan status  tenaga honorer  daerah melalui  kebijakan  pegawai pemerintah  dengan perjanjian kerja atau PPPK.

Selain itu, ‘Sesaka’ merupakan Sentra  Ekonomi, Wisata dan Kebudayaan. Mantap yakni Guru keagamaan mampu dan berprestasi. Bakti Bantuan Aktivasi  dan Operasional Kegiatan Tempat Ibadah  serta Ricall  yang tidak lain Aplikasi Pelayanan Publik & Pengaduan  yang lansung diawasi bupati dan wakil bupati.

Semua janji politik tersebut harus dilaksanakan dengan keterukuran anggaran yang ada di Kabupaten Situbondo. Jangan sampai janji politik tersebut menjadi beban dan menjadi jalan  untuk melakukan sikap culas korupsi. Jadikan janji politik tersebut sebagai ikrar yang terpatri untuk dilaksanakan .

Rio-Ulfi dalam membangun  Situbondo  bukan hanya terpaku kepada sebelas janji politik. Membangun Situbondo dimulai dengan mentalnya, dengan sumberdaya manusianya. Budaya Situbondo yang relegius majemuk dan religius yang taat akan agama menjadi tinta emas yang   sangat terukur untuk dijadikan pilar-pilar dalam membangun Situbondo. 

Relegiusitas masyarakat Situbondo  yang telah ada  dengan kedekatan   tokoh-tokoh kultur  dengan masyarakat dan dengan pemerintah  yang selama ini agak tersumbat  harus dimulai lagi dengan semangat baru dan torehan baru  terukur untuk dilaksanakan.  

Tidak boleh ada sikap egoistis  dalam membangun  Situbondo. Dua   pondok pesantren besar yang ada di Situbondo yakni Pondok  Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo dan Pondok  Pesantren Wali Songo dan beberapa pondok pesantren lainnya  harus diajak   berunding dan diminta masukan dalam membranding Situbondo naik kelas.

Sebab, Situbondo  naik kelas  bukan semata-mata hanya infrstruktur yang dibangun tapi bangunan kehidupan sosial kemasyarakatan juga harus dibangun  dengan baik.

Situbondo  naik kelas bukan hanya jargon politik. Tapi juga bentuk upaya dari beberapa sisi kehidupan untuk naik kelas. Mentalnya juga harus naik kelas, jangan sampai ada mental-mental hipokrit yang hanya untuk kepentingan sesaat  membangun Situbondo.

Rohani kehidupan masyarakat Situbondo harus diajak banyak bicara  untuk menyerap  aspirasi  yang menyeluruh dari banyak aspek. Ratusan guru  ngaji juga harus diajak bicara dan banyak diajak berembuk,  serap aspirasi kemasyarakatan.

Bukan hanya  dinaikkan  stimulan bayarannya tapi juga harus diperhatikan aspek sosial  kemasyarakatanya  agar terus terbangun Situbondo Kota Santri yang beradab. 

Percuma  Situbondo naik kelas sementara masyarakat Situbondo tercerai  berai gara - gara ada  gesekan antara kekuatan kultur. Sehingga, kekuatan kultur harus dirawat agar jangan sampai terjadi luntur dan terjadi disharmoni  antar kekuatan kultur. Satukan kekuatan kultur  semuanya untuk memajukan Kabupaten Situbondo agar nantinya Situbondo benar-benar naik kelas.

Selamat  kepada Rio-Ulfi muda mudahan Situbondo terbang tinggi naik kelas dan terbangun Kota Santri yang  benar-benar di dalamnya ada sikap prilaku santri. Yakni  jujur, amanah dan tidak ada saling cela di dalamnya, yang jelas masyarakat Situbondo mendamba agar  Situbondo benar-benar naik kelas.

Jangan  ada sikap culas korupsi dalam prilaku pemerintahannya. Bersihkan Situbondo dari prilaku-prilaku kotor yang mengarah kepada korupsi. Hindari nepotisme kekuasaan  yang hanya mementingkan orang-orang dekatnya.

Profesioanlisme  pemerintahan harus terukur dengan alur tata kelola pemerintahan jujur dan amanah. Bangunlah Situbondo dengan bangunan emas yang  adil dan selalu mementingkan kepentingan masyarakat.  

Bangunlah  Situbondo dengan kekuatan kultur yang harmoni  yang selalu mengedepankan nilai-nilai kejujuran. Sehingga Situbondo nantinya benar-benar naik kelas.  Semoga. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#harapan #Ulfiah #rio #pelantikan #Yusuf Rio Wahyu Prayogo #bupati situbondo