RadarSitubondo.id - Pasangan Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Ulfiyah (Rio-Ulfi) tanggal 20 Februari 2025 akan dikukuhkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Situbondo oleh presiden Prabowo Subianto. Rio-Ulfi merupakan pemenang kontestasi pemilukada Situbondo 2024 yang mendulang suara terbanyak sehingga keluar sebagai pemenang.
Banyak harapan yang didamba masyarakat Situbondo untuk Rio- Ulfi. Situbondo naik kelas. Itulah jargon politiknya yang selalu digaungkan ketika masa kampanye.
Ketika pertarungan politik pilkada gesekan yang begitu tajam dan begitu masif diakar rumput dan garis kultur pada saat Pilkada menjadi tugas yang harus ditata dengan baik oleh Rio–Ulfi.
Situbondo yang dikelilingi oleh pesantren menjadikan peluang manis bagi Rio-Ulfi membangun Situbondo dengan karakter Kota Santri yang bermartabat.
Kultur yang menjadi roh kehidupan Situbondo harus dipercantik dengan kohesi kebersamaan dan keagamaan yang religius. Jangan sampai lepas kendali dari kultur yang menjadi pondasi masyarakat Situbondo dalam hidup dan kehidupan.
Sebelas janji politik yang terikrar waktu kampanye harus dijadikan pedoman dalam tata kelola pemerintahan Situbondo ke depannya. ‘Berantas’ yang merupakan berobat tanpa batas. ‘Pakenyang’ yang merupakan pangan murah dan tersedia melalui subsidi stok pangan. Situbondo ‘Melenting’ Situbondo melepas ketertinggalan.
‘Vorsa’ UMKM yakni Vocher Usaha dan Pelatihan Kerja serta Pinjaman Modal Bunga nol persen untuk UMKM. ‘Petani Tentram’ yang merupakan Tatanan Negara Indonesia Hidup tenang, Terbantu dan Mandiri.
‘Bantu Desa’ yang merupakan bantuan Intensif Fiskal Desa Rp 150 juta. ‘Naik Honda’ yakni menaikkan status tenaga honorer daerah melalui kebijakan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.
Selain itu, ‘Sesaka’ merupakan Sentra Ekonomi, Wisata dan Kebudayaan. Mantap yakni Guru keagamaan mampu dan berprestasi. Bakti Bantuan Aktivasi dan Operasional Kegiatan Tempat Ibadah serta Ricall yang tidak lain Aplikasi Pelayanan Publik & Pengaduan yang lansung diawasi bupati dan wakil bupati.
Semua janji politik tersebut harus dilaksanakan dengan keterukuran anggaran yang ada di Kabupaten Situbondo. Jangan sampai janji politik tersebut menjadi beban dan menjadi jalan untuk melakukan sikap culas korupsi. Jadikan janji politik tersebut sebagai ikrar yang terpatri untuk dilaksanakan .
Rio-Ulfi dalam membangun Situbondo bukan hanya terpaku kepada sebelas janji politik. Membangun Situbondo dimulai dengan mentalnya, dengan sumberdaya manusianya. Budaya Situbondo yang relegius majemuk dan religius yang taat akan agama menjadi tinta emas yang sangat terukur untuk dijadikan pilar-pilar dalam membangun Situbondo.
Relegiusitas masyarakat Situbondo yang telah ada dengan kedekatan tokoh-tokoh kultur dengan masyarakat dan dengan pemerintah yang selama ini agak tersumbat harus dimulai lagi dengan semangat baru dan torehan baru terukur untuk dilaksanakan.
Tidak boleh ada sikap egoistis dalam membangun Situbondo. Dua pondok pesantren besar yang ada di Situbondo yakni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo dan Pondok Pesantren Wali Songo dan beberapa pondok pesantren lainnya harus diajak berunding dan diminta masukan dalam membranding Situbondo naik kelas.
Sebab, Situbondo naik kelas bukan semata-mata hanya infrstruktur yang dibangun tapi bangunan kehidupan sosial kemasyarakatan juga harus dibangun dengan baik.
Situbondo naik kelas bukan hanya jargon politik. Tapi juga bentuk upaya dari beberapa sisi kehidupan untuk naik kelas. Mentalnya juga harus naik kelas, jangan sampai ada mental-mental hipokrit yang hanya untuk kepentingan sesaat membangun Situbondo.
Rohani kehidupan masyarakat Situbondo harus diajak banyak bicara untuk menyerap aspirasi yang menyeluruh dari banyak aspek. Ratusan guru ngaji juga harus diajak bicara dan banyak diajak berembuk, serap aspirasi kemasyarakatan.
Bukan hanya dinaikkan stimulan bayarannya tapi juga harus diperhatikan aspek sosial kemasyarakatanya agar terus terbangun Situbondo Kota Santri yang beradab.
Percuma Situbondo naik kelas sementara masyarakat Situbondo tercerai berai gara - gara ada gesekan antara kekuatan kultur. Sehingga, kekuatan kultur harus dirawat agar jangan sampai terjadi luntur dan terjadi disharmoni antar kekuatan kultur. Satukan kekuatan kultur semuanya untuk memajukan Kabupaten Situbondo agar nantinya Situbondo benar-benar naik kelas.
Selamat kepada Rio-Ulfi muda mudahan Situbondo terbang tinggi naik kelas dan terbangun Kota Santri yang benar-benar di dalamnya ada sikap prilaku santri. Yakni jujur, amanah dan tidak ada saling cela di dalamnya, yang jelas masyarakat Situbondo mendamba agar Situbondo benar-benar naik kelas.
Jangan ada sikap culas korupsi dalam prilaku pemerintahannya. Bersihkan Situbondo dari prilaku-prilaku kotor yang mengarah kepada korupsi. Hindari nepotisme kekuasaan yang hanya mementingkan orang-orang dekatnya.
Profesioanlisme pemerintahan harus terukur dengan alur tata kelola pemerintahan jujur dan amanah. Bangunlah Situbondo dengan bangunan emas yang adil dan selalu mementingkan kepentingan masyarakat.
Bangunlah Situbondo dengan kekuatan kultur yang harmoni yang selalu mengedepankan nilai-nilai kejujuran. Sehingga Situbondo nantinya benar-benar naik kelas. Semoga. (*)
Editor : Ali Sodiqin