RADARSITUBONDO.ID - Kabupaten Situbondo di ujung timur Pulau Jawa menyimpan kekayaan kuliner yang merefleksikan sejarah dan budaya masyarakatnya.
Makanan khas Situbondo menggunakan bahan lokal seperti ikan, sayuran, dan rempah-rempah, dengan rasa dan aroma yang khas. Posisi geografisnya di dekat Selat Bali memberikan akses ke hasil laut segar yang menjadi dasar tradisi kulinernya.
Nama Kabupaten Situbondo berasal dari Pangeran Situbondo, menunjukkan peradaban mapan sejak zaman kerajaan. Tradisi kuliner Situbondo merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Osing yang telah ada berabad-abad. Pengaruh maritim terlihat dari dominasi penggunaan ikan dalam hidangan tradisional.
Masyarakat Situbondo mengembangkan teknik pengolahan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengawetkan bahan makanan di iklim tropis. Rempah-rempah lokal seperti kemiri, kunyit, dan lengkuas berfungsi sebagai penyedap dan pengawet alami.
Baca Juga: Fenomena Marriage is Scary, Mengapa Banyak Anak Muda Takut Menikah?
Nasi Sodu adalah nasi dengan kuah gulai lawuh dan kacang panjang, mencerminkan filosofi kesederhanaan kaya rasa masyarakat Situbondo. Ikan cakalang sebagai protein utama menunjukkan ketergantungan pada hasil laut dan kemahiran mengolah bahan segar.
Tajin Palappa, makanan khas untuk sarapan, berasal dari bahasa Madura yang berarti bubur bumbu, menunjukkan pengaruh budaya Madura di Situbondo. Nasi karak, sarapan khas Situbondo, terbuat dari nasi kering dan kelapa parut, mencerminkan kreativitas menggunakan sisa makanan.
Baca Juga: Cara Hemat untuk Anak Kos! Trik Belanja Bulanan Murah tapi Lengkap
Keunggulan kuliner Situbondo terletak pada pemanfaatan bahan lokal. Hasil laut tidak hanya sebagai lauk utama, tetapi juga diolah menjadi keripik kulit ikan kakap dan rengginang rasa cumi. Keripik kulit ikan kakap, rengginang rasa cumi, ikan bakar asap, dan sambal petis adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan.
Tradisi pengolahan makanan di Situbondo mencerminkan adaptasi terhadap lingkungan. Teknik pengeringan dan pengasapan ikan dikembangkan untuk kebutuhan pengawetan di daerah pesisir yang lembab. Sambal petis, kuliner khas Situbondo, inovasi dari sisa udang dan ikan menjadi bumbu tahan lama dan kaya umami.
Baca Juga: Fenomena Marriage is Scary, Bagaimana Menghadapinya dengan Bijak?
Kuliner Situbondo adalah dokumentasi hidup tentang sejarah, budaya, dan kearifan lokal. Asal mula makanan ini berasal dari kebiasaan memanfaatkan nasi sisa, menunjukkan kreativitas kuliner dari kebutuhan praktis dan filosofi hemat.
Setiap hidangan khas Situbondo menyimpan cerita adaptasi nenek moyang dengan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam. Pelestarian kuliner tradisional merupakan tanggung jawab bersama agar kearifan lokal terus dinikmati oleh generasi mendatang, menjadi identitas budaya Situbondo.
Editor : Ali Sodiqin