Radarsitubondo.id - dikenal memiliki beragam kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakatnya. Salah satu makanan yang cukup akrab di tengah masyarakat adalah tape singkong.
Tape merupakan makanan hasil fermentasi singkong menggunakan ragi. Proses tersebut membuat singkong mengalami perubahan rasa, aroma dan tekstur. Hasilnya berupa makanan dengan cita rasa manis, sedikit asam, lembut dan memiliki aroma fermentasi yang khas.
Di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur, tape bahkan telah menjadi salah satu makanan yang sangat identik dengan daerah tertentu. Namun, ada hal menarik yang perlu diketahui masyarakat: julukan “Kota Tape” lebih tepat disematkan kepada Kabupaten Bondowoso.
Baca Juga: Viral dan Bikin Takjub! Taman Nasional Baluran Jadi Destinasi Wisata Situbondo yang Wajib Dikunjungi
Mengapa Tape Begitu Terkenal di Situbondo?
Letak Situbondo yang berdekatan dengan Bondowoso membuat peredaran dan popularitas tape di wilayah tersebut semakin kuat. Tape Bondowoso diketahui dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Situbondo, Banyuwangi dan Jember.
Kondisi inilah yang membuat masyarakat Situbondo juga tidak asing dengan tape sebagai camilan maupun oleh-oleh.
Tape yang beredar di kawasan ini umumnya memiliki tekstur lembut dengan rasa manis dan legit. Karakter tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta kuliner tradisional.
Baca Juga: Iran Mulai Pulihkan Fasilitas South Pars, 40 Persen Kapasitas Produksi Kembali
Tak hanya dimakan secara langsung, tape juga dapat digunakan sebagai bahan berbagai makanan olahan. Perkembangan kuliner membuat tape bisa diolah menjadi aneka kudapan seperti prol tape, pia tape, tape bakar dan berbagai kreasi makanan modern.
Rahasia Rasa Manis dan Legit Tape
Keistimewaan tape tidak hanya ditentukan oleh proses fermentasi. Pemilihan singkong, proses pemasakan, kualitas ragi hingga cara penyimpanan turut menentukan hasil akhirnya.
Dalam proses pembuatannya, singkong terlebih dahulu dikupas dan dibersihkan. Setelah itu, singkong dimasak hingga matang kemudian didinginkan sebelum diberi ragi.
Tahap pemberian ragi menjadi salah satu bagian penting. Jika proses fermentasi dilakukan dengan tepat, singkong dapat berubah menjadi tape dengan rasa manis, tekstur lembut dan aroma khas.
Sejumlah perajin tape juga masih mempertahankan cara pengemasan tradisional menggunakan besek. Penggunaan wadah dan alas tertentu dipercaya turut membantu mempertahankan aroma khas tape.
Baca Juga: Nil Maizar Disebut Andre Rosiade Gantikan John Herdman, Kurniawan Dwi Yulianto Beri Respons
Kenapa Bondowoso Dijuluki Kota Tape?
Jika berbicara tentang daerah yang paling identik dengan tape di Jawa Timur, nama Bondowoso tidak bisa dilepaskan.
Kabupaten Bondowoso dikenal luas dengan julukan Kota Tape karena tape singkong telah berkembang menjadi salah satu ikon kuliner daerah tersebut. Produk tape dari Bondowoso dikenal memiliki rasa manis dan legit serta dipasarkan ke berbagai wilayah.
Bahkan, tape telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah produsen dan pedagang telah menjalankan usaha tape selama puluhan tahun, sementara produk tersebut juga berkembang menjadi oleh-oleh khas yang dibawa wisatawan maupun masyarakat yang bepergian ke daerah lain.
Berbagai produk turunan juga lahir dari kreativitas pelaku usaha. Selain tape singkong, terdapat olahan seperti prol tape, pia tape, tape bakar gula merah hingga produk makanan lainnya.
Baca Juga: Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan 100 Ribu Hunian, BRI Tawarkan KPR dengan DP Mulai 1 Persen
Tape Situbondo atau Tape Bondowoso?
Pertanyaan ini cukup menarik karena keduanya berada di kawasan yang berdekatan dan sama-sama memiliki hubungan kuat dengan kuliner tape.
Jika menyebut “Tape Bondowoso”, identitasnya lebih jelas sebagai makanan khas yang telah membawa nama Bondowoso hingga berbagai daerah.
Sementara di Situbondo, tape lebih tepat disebut sebagai salah satu makanan yang populer dan mudah dijumpai di kawasan tersebut, bukan sebagai dasar utama julukan daerah.
Pemerintah Kabupaten Situbondo sendiri mencatat sejumlah kuliner khas daerah, di antaranya tajin palappa, tajin sora, tajin sappar, nasi sodu, kaldu dan berbagai makanan tradisional lainnya.
Dengan demikian, menyebut tape sebagai “kuliner yang terkenal di Situbondo” masih relevan, tetapi menyebut Situbondo sebagai “Kota Tape” perlu dihindari jika ingin menjaga akurasi informasi.
Jadi, Apa yang Membuat Tape Tetap Istimewa?
Popularitas tape di kawasan Situbondo dan sekitarnya tidak terlepas dari kedekatan budaya serta jalur perdagangan antardaerah di wilayah Tapal Kuda.
Baca Juga: Jangan Asal Percaya! Ramalan Zodiak Hari Ini 28 Agustus, Bongkar Pengkhianatan dari Orang Terdekat
Tape juga memiliki keunggulan sebagai makanan tradisional yang sederhana tetapi mudah dikembangkan. Rasanya dapat dinikmati langsung maupun dijadikan bahan dasar berbagai makanan kekinian.
Tidak mengherankan jika sampai sekarang tape masih bertahan di tengah banyaknya makanan modern.
Bagi masyarakat Situbondo, keberadaan tape juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang menghubungkan tradisi lokal dengan daerah tetangga seperti Bondowoso.
Pada akhirnya, tape bukan sekadar makanan dari singkong. Di balik rasa manis dan legitnya terdapat proses fermentasi, keterampilan perajin serta perjalanan panjang sebuah kuliner tradisional yang mampu bertahan lintas generasi.(*)
Editor : Titin Wulandari