RADARSITUBONDO.ID - Campak atau yang dikenal masyarakat sebagai tampek masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak di Indonesia.
Penyakit infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan ini diketahui sangat mudah menular dan paling sering terjadi pada anak usia di bawah lima tahun.
Meski begitu, bukan berarti orang dewasa aman dari penyakit ini. Siapa saja yang bisa tertular campak, terutama mereka yang belum mendapatkan vaksinasi atau belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.
Masalahnya, banyak orang tua tidak langsung menyadari gejala campak karena tanda awalnya sering menyerupai flu biasa. Akibatnya, penanganan sering terlambat dilakukan.
Padahal, penularan virus campak dapat terjadi dengan sangat cepat, bahkan sebelum ruam khas muncul di tubuh penderita.
Baca Juga: Perjalanan Karier Vidi Aldiano: Dari Penyanyi Muda hingga Ikon Pop Indonesia
Demam Tinggi Jadi Gejala Awal
Gejala campak biasanya mulai muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Pada fase awal, penderita umumnya mengalami demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celcius.
Selain demam, sejumlah keluhan lain juga biasanya muncul secara bersamaan, seperti:
- Batuk kering yang terus-menerus
- Hidung berair seperti flu
- Mata merah dan berair
- Tubuh terasa lemas
Pada fase ini, penderita justru berada dalam masa paling menular. Virus campak dapat dengan mudah menyebar melalui percikan ludah saat penderita batuk, bersin, bahkan saat berbicara.
Karena gejalanya mirip flu, banyak orang tidak langsung curiga anaknya terkena campak.
Baca Juga: Riwayat Pengakuan Vidi Aldiano Awal Mengidap Kanker Ginjal
Bintik Koplik, Tanda Khas Campak
Memasuki hari kedua hingga ketiga, biasanya mulai muncul tanda-tanda khas campak yang disebut bintik Koplik.
Bintik ini berupa titik-titik putih kecil dengan pusat berwarna biru atau abu-abu yang muncul di bagian dalam pipi. Bentuknya menyerupai butiran garam dengan dasar kemerahan.
Bintik Koplik menjadi salah satu penanda paling khas dari penyakit campak. Kehadirannya membantu tenaga medis membedakan campak dari penyakit lain yang memiliki gejala serupa seperti flu atau infeksi virus lainnya.
Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Industri Musik Indonesia Berduka
Ruam Merah Mulai Menyebar
Setelah fase awal, tanda berikutnya adalah munculnya ruam kemerahan pada kulit. Ruam biasanya mulai terlihat pada hari ketiga hingga kelima setelah gejala awal muncul.
Penyebaran ruam memiliki pola yang cukup khas, yakni dimulai dari:
- Wajah, terutama di sekitar garis rambut
- Belakang telinga
- Leher
- Dada dan punggung
- Menyebar hingga tangan dan kaki
Bentuk ruam berupa bintik-bintik merah datar yang dapat menyatu menjadi bercak yang lebih besar.
Saat ruam mulai muncul, demam biasanya meningkat lebih tinggi sebelum akhirnya perlahan menurun beberapa hari kemudian.
Penularan Sangat Cepat
Virus campak tergolong salah satu virus yang paling mudah menular. Penyebarannya terjadi melalui percikan droplet dari saluran pernapasan.
Percikan tersebut dapat keluar saat penderita:
- Batuk
- Bersin
- telah
Yang perlu diwaspadai, virus campak dapat bertahan hingga dua jam di udara atau pada permukaan benda di ruangan tertutup. Artinya, seseorang masih bisa tertular meski tidak menghubungi langsung dengan penderita.
Masa penularannya juga cukup lama, yaitu:
- 4 hari sebelum ruam muncul
- 4 hari setelah ruam muncul
Oleh karena itu, penderita sebaiknya diisolasi sementara agar tidak menularkan virus ke orang lain.
Baca Juga: PMI Situbondo Diduga Terjebak Konflik Timur Tengah, Bupati Mas Rio Siap Temui Menteri PPMI
Risiko Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
Meski sering dianggap penyakit anak biasa, campak sebenarnya dapat memicu berbagai komplikasi serius, terutama pada anak yang daya tahan tubuhnya lemah.
Beberapa komplikasi yang cukup sering terjadi antara lain:
- Diare pada sekitar 8 persen kasus
- Infeksi telinga tengah pada sekitar 7 persen kasus
- Pneumonia pada sekitar 6 persen kasus
Dalam kondisi yang lebih parah, campak juga dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis) yang berpotensi mengancam nyawa.
Oleh karena itu, orang tua dianjurkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala yang mengarah pada campak.
Baca Juga: Kapolres Situbondo Sidak Pasar, Peringatkan Pedagang Jangan Timbun Sembako Jelang Idul Fitri
Cara paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui imunisasi MR (Measles-Rubella).
Program imunisasi ini telah menjadi bagian dari imunisasi dasar anak di Indonesia dengan jadwal:
- Usia 9 bulan
- Usia 18 bulan
- Kelas 1 SD atau sekitar usia 6–7 tahun
Dengan vaksinasi yang lengkap, tubuh anak akan membentuk kekebalan terhadap virus campak sehingga risiko infeksi dapat ditekan secara signifikan.
Selain memvaksinasi, orang tua juga disarankan menjaga kebersihan lingkungan, memastikan anak mendapatkan gizi seimbang, serta segera memeriksa anak jika muncul gejala mencurigakan.
Kesadaran orang tua untuk mengenali gejala sejak dini menjadi kunci penting dalam mencegah penyebaran campak yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.
Editor : Agung Sedana