Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Syuting di Djawatan dan Kawah Ijen Banyuwangi, Film Kupu kupu Kertas Angkat Sejarah Konflik Politik Tahun 1965

Sigit Hariyadi • Selasa, 6 Februari 2024 | 19:28 WIB
BERLATAR SEJARAH: Para pemeran film Kupu-Kupu Kertas foto bareng penonton usai menyaksikan gala premiere film tersebut di Banyuwangi pada Minggu malam (4/2).
BERLATAR SEJARAH: Para pemeran film Kupu-Kupu Kertas foto bareng penonton usai menyaksikan gala premiere film tersebut di Banyuwangi pada Minggu malam (4/2).

RadarSitubondo.id – Banyuwangi dipilih jadi lokasi penayangan perdana (gala premiere) film berjudul Kupu-Kupu Kertas.

Film drama percintaan ini mengambil latar belakang peristiwa tragis di kabupaten ujung timur Pulau Jawa pada tahun 1965 silam.

Banyuwangi menjadi salah satu lokasi gala premiere selain Jakarta dan Surabaya.

Gala premiere di Banyuwangi ini dihadiri langsung oleh para pemeran Kupu Kupu Kertas, antara lain Amanda Manopo, Chicco Kurniawan, Reza Oktovian (atau dikenal Reza Arap), Ayu Laksmi, Samo Rafael, dan Seroja Hafiedz. Tidak ketinggalan sang sutradara Emil Heraldi.

Sutradara Emil Heraldi mengatakan, film Kupu-Kupu Kertas merupakan drama percintaan yang dibalut cerita sejarah.

Cerita ini berangkat dari kisah sepasang kekasih yang diperankan oleh Amanda Manopo sebagai Ning dan Chicco Kurniawan sebagai Ihsan.

”Film ini ingin menghidupkan lagi kisah tentang sejarah penting di masa lalu. Namun, dikemas dalam drama agar bisa dinikmati oleh anak-anak sekarang,” ujar Emil Heraldi saat konferensi pers di Banyuwangi pada Minggu malam (4/2).

Pada cerita film, Ning dan Ihsan berasal dari dua keluarga dengan latar belakang yang saling bertentangan.

Ihsan berlatar keluarga Nahdlatul Ulama (NU), sementara Ning merupakan anak seorang pengikut PKI.

Selanjutnya, kisah keduanya menjadi jendela untuk menyaksikan tajamnya konflik antara  kelompok NU dan PKI di Banyuwangi pada masa itu.

”Di Banyuwangi terjadi peristiwa yang cukup keras pertentangannya, polarisasinya di masa itu (pemberontakan PKI 1965). Makanya, kami angkat peristiwa Banyuwangi sebagai latar di film ini,” ujar Emil.

Sementara itu, para pemeran Kupu-Kupu Kertas memiliki sejumlah kesan selama menjalankan syuting di Banyuwangi.

Sejumlah lokasi yang menjadi lokasi syuting antara lain Hutan Djawatan, kawasan Gunung Ijen, dan Hutan Suko di Desa Gombengsari.

”Ini pertama kali saya syuting di Banyuwangi. Banyak pengalaman, bertemu pemain hebat sampai belajar bahasa Oseng. Syutingnya menyenangkan, warganya ramah-ramah,” ujar Amanda Manoppo.

Pemeran yang lain, Samo Rafael menimpali. Menurut dia, syuting di Banyuwangi sangat menyenangkan. ”View-nya fresh,” timpalnya. 

Sementara itu, Reza Arap mengaku perannya di Kupu-Kupu Kertas menjadi debut pertamanya di dunia film layar lebar.

Dia tidak ragu untuk ikut ambil bagian meski memerankan peran antagonis.

”Saya tertarik karena perannya cukup menantang. Mohon dukungannya agar film perdana saya ini sukses,” ujar Arap sambil berkelakar. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#banyuwangi #djawatan #ijen #film #Konflik Politik #Kupu Kupu Kertas