RADARSITUBONDO.ID - Dunia esports PUBG Mobile baru saja dikejutkan oleh sebuah pencapaian yang sangat mengesankan.
Dalam sebuah turnamen bergengsi yang mempertemukan 24 tim terbaik di seluruh dunia, sebuah tim yang awalnya dianggap underdog telah mencatatkan sejarah.
Yangon Galacticos, tim dari Myanmar yang diisi oleh Smile, Marnett, Romeo, dan SAYCLOUD, telah membuktikan bahwa dengan usaha keras dan ketekunan, impian besar dapat terwujud.
PUBG Mobile World Cup (PMWC) 2025 yang diadakan dalam rangkaian Esports World Cup di Arab Saudi menyaksikan bagaimana sebuah tim dari Asia Tenggara berhasil mengalahkan berbagai raksasa esports global.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar meraih trofi dan uang hadiah, melainkan juga sebagai simbol kebangkitan esports di Asia Tenggara di tingkat internasional.
Yangon Galacticos memulai langkah mereka menuju PMWC 2025 dengan meraih kemenangan di PMCL SEA Summer 2025. Prestasi di tingkat regional ini menjadi tiket berharga untuk bersaing dengan tim elite dunia. Namun, tak banyak yang menerka bahwa tim yang masih baru ini akan mampu mencapai sejauh ini.
Dalam Grand Finals yang diadakan selama tiga hari dari 1 hingga 3 Agustus 2025, Yangon Galacticos menunjukkan performa yang stabil.
Mereka berhasil meraih total 157 poin dari 18 pertandingan menegangkan, termasuk empat kali mendapatkan Winner Winner Chicken Dinner (WWCD), yang menunjukkan dominasi mereka di arena pertempuran virtual.
Statistik yang diraih oleh Yangon Galacticos sangat mencolok. Selain memperoleh empat WWCD, mereka juga mengumpulkan 95 eliminasi sepanjang turnamen, menampilkan keseimbangan sempurna antara strategi bertahan dan agresivitas dalam pertempuran.
Setiap anggota tim memainkan peran yang krusial, Smile sebagai pemimpin permainan yang tenang, Marnett dengan keahlian sniper yang mematikan, Romeo sebagai penyerang yang agresif, dan SAYCLOUD yang berperan sebagai dukungan siap sedia untuk tim.
Kemenangan ini semakin ditambah dramatis oleh sistem poin dalam turnamen. Dengan angka match point yang ditetapkan sendiri oleh Yangon Galacticos di angka 128 poin, mereka harus mempertahankan performa di level tinggi hingga akhir kompetisi.
Tidak ada tim lain yang mampu memanfaatkan status match point, sehingga gelar juara ditentukan murni berdasar akumulasi poin akhir.
Kemenangan yang bersejarah ini tidak hanya membawa kehormatan, namun juga hadiah uang yang sangat besar.
Yangon Galacticos mendapatkan hadiah utama sebesar $547. 000 (sekitar Rp 8,4 miliar), sebuah jumlah yang benar-benar mengubah kehidupan para pemain muda ini.
Di sisi lain, Weibo Gaming dari China yang menduduki posisi kedua dengan 142 poin hanya memperoleh hadiah $323.500.
Total hadiah turnamen mencapai $3.000.000, yang menunjukkan atensi besar industri esports terhadap perkembangan PUBG Mobile sebagai salah satu game mobile paling kompetitif di dunia.
Kemenangan Yangon Galacticos memiliki arti yang lebih dalam daripada sekedar pencapaian pribadi. Ini adalah titik balik untuk esports Myanmar, sebuah negara yang sebelumnya tidak pernah merasakan kemenangan sebesar ini di level internasional.
Tim yang terbentuk pada tahun 2017 dan aktif di beberapa permainan seperti DOTA2 dan Mobile Legends ini telah berhasil memasukkan Myanmar ke dalam peta dunia esports.
Prestasi ini juga memberikan inspirasi bagi tim-tim lain di Asia Tenggara, membuktikan bahwa dengan persiapan yang matang dan semangat juara, kawasan ini mampu bersaing dengan tim-tim dari China, Korea Selatan, atau Eropa yang selama ini menguasai dunia esports global.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News