RADARSITUBONDO.ID - Perjalanan panjang Dasa Darma Pramuka Indonesia mencerminkan perubahan yang terjadi dalam bangsa yang terus tumbuh dan menghadapi berbagai tantangan zaman.
Sejak dibentuk pada awal masa kemerdekaan sampai bentuk yang kita kenal sekarang, Dasa Darma sudah mengalami lima kali perubahan besar yang sejajar dengan kebutuhan dan nilai-nilai bangsa Indonesia di setiap zaman.
Sejarah Dasa Darma Pramuka dimulai pada tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Soekarno mengumumkan Gerakan Pramuka kepada publik di halaman Istana Negara. Peristiwa ini tidak hanya melahirkan Hari Pramuka yang diperingati setiap tahun, tetapi juga menjadi awal dari dokumen penting yang menjadi panduan moral semua anggota Pramuka di Indonesia.
Dasa Darma pertama diatur lewat Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Dokumen ini disusun dengan cermat oleh sebuah tim bernama Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka, yang dibentuk untuk merumuskan nilai-nilai dasar kepramukaan di Indonesia. Para penyusun menyadari bahwa mereka menciptakan dasar moral untuk membentuk karakter generasi muda Indonesia dalam jangka waktu yang panjang.
Pernyataan awal ini berlaku selama lima tahun, dari 1961 hingga 1966, di mana periode ini ditandai oleh semangat revolusi dan pembangunan negara. Di tengah ketidakstabilan politik pada era Orde Lama, Dasa Darma menjadi penguat nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan bagi para pemuda.
Perubahan besar terjadi pada tahun 1966, bersamaan dengan transisi politik Indonesia menuju era Orde Baru. Dasa Darma II lahir dari hasil Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah, yang kini lebih dikenal sebagai Musyawarah Nasional. Forum yang bersifat demokratis ini menunjukkan komitmen Gerakan Pramuka terhadap prinsip musyawarah dan kesepakatan dalam pengambilan keputusan penting.
Periode ini berlangsung selama delapan tahun (1966-1974) dan menandai waktu stabilisasi politik dan ekonomi di Indonesia. Dasa Darma II mencerminkan semangat pembangunan nasional yang menjadi tujuan utama pada pemerintahan Orde Baru.
Perubahan ini bukan hanya revisi kata-kata, tetapi juga penyesuaian terhadap kebutuhan pembentukan karakter yang sesuai dengan visi negara berkembang yang sedang membangun peradaban modern.
Dasa Darma yang ketiga berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, yaitu hanya empat tahun (1974-1978). Meskipun singkat, periode ini menunjukkan komitmen Gerakan Pramuka untuk terus memperbaiki nilai-nilai dasarnya agar sesuai dengan perkembangan masyarakat Indonesia yang semakin rumit.
Perubahan pada masa ini lebih pada penyempurnaan dan penjelasan makna, mengingat Indonesia di pertengahan 1970-an sedang mempercepat pembangunan ekonomi melalui program Pelita. Dasa Darma III berusaha menjawab tantangan zaman modern tanpa melupakan nilai-nilai luhur bangsa.
Dasa Darma keempat memiliki catatan sejarah yang terlama, bertahan selama 31 tahun (1978-2009). Perumusan kembali ini dilakukan pada tahun 1978 melalui memorandum yang dikeluarkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka di Manado, Sulawesi Utara. Keputusan ini kemudian diumumkan secara resmi lewat Surat Keputusan Kwartir Nasional.
Lama masa berlaku Dasa Darma IV menunjukkan stabilitas dan relevansi dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Periode ini mencakup masa pembangunan besar-besaran di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, krisis moneter 1998, era reformasi, hingga masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri dan awal kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selama tiga puluh tahun terakhir, Dasa Darma IV telah terbukti mampu menghadapi berbagai masalah dalam politik, ekonomi, dan sosial yang terjadi di Indonesia. Dari masa pemerintahan yang otoriter ke masa demokrasi, dari krisis ekonomi hingga perubahan dalam pemerintahan, nilai-nilai Dasa Darma IV tetap penting sebagai panduan untuk membentuk karakter generasi muda di Indonesia.
Perubahan terakhir terjadi pada tahun 2009, menandai peluncuran Dasa Darma V yang masih berlaku hingga kini. Perubahan ini diatur dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 Tahun 2009 dan tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka tahun 2009.
Kekuatan Dasa Darma V semakin diperkuat dengan penegasan melalui Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada tahun 2012.
Pengakuan resmi juga datang melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 mengenai Gerakan Pramuka, yang menetapkan Dasa Darma sebagai bagian penting dari kode kehormatan Pramuka.
Dasa Darma V muncul di zaman globalisasi dan revolusi digital, saat Indonesia menghadapi tantangan baru dalam mendidik generasi milenial dan generasi Z. Nilai-nilai yang terdapat di dalamnya dirancang untuk mengatasi kerumitan hidup modern sambil tetap menjaga jati diri kebangsaan Indonesia.
Setiap perubahan dalam Dasa Darma bukan hanya sekadar perubahan teks, tetapi juga cerminan yang mendalam terhadap dinamika masyarakat Indonesia. Perubahan ini menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka terus belajar dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman, sambil tetap memegang nilai-nilai dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Lima kali perubahan dalam hampir enam dekade menunjukkan kematangan organisasi dalam menghadapi tantangan zaman. Dari masa revolusi kemerdekaan hingga zaman digital, Dasa Darma telah membuktikan diri sebagai panduan moral yang selalu relevan untuk membimbing generasi muda Indonesia menjadi individu yang berkarakter baik.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News