Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Teknologi Sonic Fire Extinguisher: Memadamkan Api dengan Kekuatan Frekuensi 30-60 Hz

Bayu Shaputra • Jumat, 15 Agustus 2025 | 21:00 WIB
Pompa Bass untuk Memadamkan Api, Penemuan Mahasiswa Mason Melawan Api.
Pompa Bass untuk Memadamkan Api, Penemuan Mahasiswa Mason Melawan Api.

RADARSITUBONDO.ID - Pernahkah Anda berpikir bahwa suara yang kita temui setiap hari dapat digunakan untuk memadamkan api? Ide yang terdengar seperti sesuatu dari cerita fiksi ini ternyata sudah menjadi kenyataan yang mendapat perhatian nyata dari para peneliti dan insinyur global.

Teknologi pemadam api yang memanfaatkan gelombang suara telah menunjukkan kemampuan untuk dengan efektif memadamkan api, membuka halaman baru dalam teknologi pengendalian kebakaran.

Pada prinsipnya, api membutuhkan tiga elemen utama agar dapat bertahan: bahan bakar, oksigen, dan panas. Saat gelombang suara dengan frekuensi tertentu diarahkan ke api, gelombang itu menciptakan getaran udara yang mengganggu pasokan oksigen ke area pembakaran. Getaran dari gelombang suara ini menyebabkan molekul udara bergerak dalam pola tertentu yang menciptakan tekanan untuk memisahkan api dari sumber oksigennya.

Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa di George Mason University, Viet Tran dan Seth Robertson, menunjukkan bahwa frekuensi bass rendah antara 30 hingga 60 Hz sangat efektif dalam memadamkan nyala api.

Frekuensi ini setara dengan nada bass yang sering terdengar dalam genre musik seperti hip-hop, dubstep, atau drum and bass. Menariknya, gelombang suara pada frekuensi ultra-tinggi tidak memberikan hasil yang signifikan dalam memadamkan api.

Keamanan jadi faktor penting dalam pengembangan teknologi ini. Walaupun memakai getaran suara, gelombang yang dihasilkan hanya mencapai sekitar 80 desibel, setara dengan suara dari penyedot debu, sehingga relatif aman untuk manusia. Tingkat kebisingan ini jauh lebih rendah dibandingkan sistem suara konser yang bisa mencapai 120 desibel atau lebih.

Desain perangkat pemadam api berbasis suara biasanya mencakup amplifier dan komponen speaker khusus. Speaker berbentuk kerucut memiliki sudut radiasi suara antara -70 derajat hingga -90 derajat, menawarkan area cakupan yang cukup luas untuk penggunaan praktis.

Teknologi ini tidak hanya menarik untuk dunia akademis, tetapi juga telah mendapatkan pengakuan. Alat pemadam api berbasis suara telah meraih dua penghargaan: Regional Invention Contest 2021 dan posisi kedua pada tahun 2022, membuktikan potensi komersialnya.

Keunggulan utama dari teknologi pemadam api berbasis suara terletak pada kemampuannya untuk memadamkan api tanpa meninggalkan residu kimia, tidak mencemari lingkungan, dan bisa digunakan berulang kali tanpa perlu diisi ulang. Teknologi ini sangat berpotensi digunakan dalam ruang terbatas, laboratorium, atau area yang sensitif terhadap kontaminasi kimia.

Walaupun masih dalam proses pengembangan, teknologi pemadam kebakaran yang menggunakan frekuensi suara menunjukkan potensi yang besar dalam sektor keselamatan kebakaran. Dengan adanya penelitian yang terus dilakukan, kemungkinan kita akan melihat penerapan teknologi ini dalam berbagai fungsi praktis dalam waktu yang tidak lama lagi.


Editor : Ali Sodiqin
#Sonic Fire Extinguisher