Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Apakah Anda Termasuk 8% Orang yang Mengalami Astraphobia? Kenali Gejalanya!

Bayu Shaputra • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 23:00 WIB
Seorang anak yang sedang mengalami Astraphobia.
Seorang anak yang sedang mengalami Astraphobia.

RADARSITUBONDO.ID - Musim hujan di Indonesia biasanya turun di bulan Oktober - Maret, biasanya suara gemuruh petir sering terdengar saat hujan turun.

Bagi sebagian orang, petir hanyalah kejadian alam biasa yang bisa dinikmati dari dalam rumah. Namun, ada juga yang merasakan ketakutan berlebihan hingga mengalami panik yang sangat hebat.

Rasa takut yang sangat ekstrem terhadap kilat dan petir ini dalam istilah medis dikenal sebagai astraphobia. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "astrape" yang berarti petir dan "phobos" yang berarti takut, dan kondisi ini cukup umum terjadi.

Data dari Cleveland Clinic menunjukkan bahwa sekitar 8% orang dewasa menderita kondisi ini. Walaupun biasanya dialami oleh anak-anak, astraphobia bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, termasuk hewan peliharaan.

Mengenali 10 Tanda Astraphobia yang Harus Diwaspadai

Ketakutan yang Tidak Terkendali

Gejala utama astraphobia adalah takut yang sangat kuat ketika mendengar suara guntur atau melihat kilatan petir. Rasa takut ini jauh lebih besar dari reaksi normal dan sering kali tidak sesuai dengan bahaya yang nyata. Penderita tahu bahwa ketakutan mereka terlalu berat, tetapi sulit untuk mengendalikannya.

Berkeringat Berlebihan

Ketika terjadi badai petir, orang dengan astraphobia akan berkeringat dingin secara berlebihan. Ini adalah reaksi tubuh terhadap stres dan kecemasan yang sangat besar. Keringat bisa muncul meski cuaca tidak panas.

Gemetar Tak Terkendali

Tubuh orang yang menderita astraphobia akan bergetar hebat saat ada badai petir. Getaran ini bisa dimulai dari tangan dan menyebar ke seluruh tubuh. Ini adalah reaksi fisik dari rasa ketakutan yang dialami dan tidak bisa dihentikan hanya dengan kemauan.

Menangis Histeris

Reaksi emosional seperti menangis bisa sering terjadi saat badai petir berlangsung. Penderita, khususnya anak-anak, dapat menangis tanpa henti bahkan sebelum mendengar suara petir. Tangisan ini adalah bentuk pelampiasan dari rasa takut yang menumpuk.

Perilaku Menghindar yang Ekstrem

Orang dengan astraphobia mungkin akan bersembunyi di bawah selimut, di dalam kamar mandi, atau di dalam lemari untuk menghindari suara guntur. Mereka akan mencari tempat yang dianggap paling aman, meskipun secara logis tempat tersebut tidak memberikan perlindungan dari petir.

Obsesi terhadap Prakiraan Cuaca

Mereka yang menderita astraphobia cenderung akan menghabiskan berjam-jam untuk mencari informasi tentang ramalan cuaca selama musim hujan. Mereka terus menerus memantau aplikasi cuaca, berita, atau sumber lainnya untuk bersiap menghadapi kemungkinan adanya petir.

Ketakutan yang Meningkat saat Sendirian

Rasa takut ini bisa meningkat jika mereka sendirian dibandingkan saat bersama orang lain. Kehadiran teman bisa memberikan rasa aman secara psikologis, sehingga penderita berusaha menghindari situasi sendirian saat cuaca buruk.

Gangguan Tidur Berkepanjangan

Gejala astraphobia dapat membuat sulit tidur dalam jangka waktu lama, terutama di musim hujan. Penderita mungkin terjaga sepanjang malam karena takut akan kedatangan petir mendadak, atau terbangun berkali-kali saat mendengar angin atau hujan.

Serangan Panik

Dalam situasi yang parah, penderita bisa mengalami serangan panik dengan gejala seperti sesak napas, jantung berdebar cepat, pusing, atau perasaan kehilangan kendali. Serangan ini bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam.

Gangguan Aktivitas Sehari-hari

Ketika tanda-tanda astraphobia mulai mengganggu kegiatan sehari-hari, seperti tidak berani keluar ketika langit mendung, menjauhi aktivitas di luar pada musim hujan, atau kesulitan bekerja karena terus khawatir tentang cuaca, maka situasi ini membutuhkan perhatian medis.

Para ahli menyarankan untuk segera berbicara dengan psikolog atau psikiater jika tanda-tanda tersebut muncul terus-menerus dan mengganggu kualitas hidup. Terapi perilaku kognitif dan cara-cara relaksasi telah terbukti manjur dalam menangani astraphobia.

Penting untuk diingat bahwa astraphobia adalah masalah yang bisa diatasi. Dengan penanganan yang sesuai, individu yang mengalami kondisi ini dapat menurunkan tingkat kecemasan dan kembali melakukan aktivitas biasa tanpa terganggu oleh rasa takut berlebihan terhadap petir.


Editor : Ali Sodiqin
#Astraphobia