Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mengapa Anak yang Diasuh Tegas Justru Lebih Patuh daripada yang Dikontrol Ketat?

Bayu Shaputra • Senin, 18 Agustus 2025 | 15:00 WIB

 

Sorang ibu sedang menikmati waktu bersama buah hatinya.
Sorang ibu sedang menikmati waktu bersama buah hatinya.

RADARSITUBONDO.ID - Menghadapi anak yang sulit diatur seringkali membuat orang tua kebingungan antara harus bersikap tegas atau menjadi otoriter. Padahal, kedua cara ini memiliki perbedaan yang penting dan bisa berdampak lama pada perkembangan karakter anak.

Pengasuhan tegas dan otoriter sering dianggap sama. Namun, perbedaan utama antara keduanya terletak pada cara berkomunikasi dan seberapa fleksibel aturan yang diterapkan.

Dr. Sarah Johnson, seorang psikolog anak dari Universitas California, menjelaskan bahwa pengasuhan yang tegas menggabungkan standar yang tinggi dengan kehangatan dan responsif terhadap anak. "Orang tua yang tegas menetapkan batasan jelas tetapi siap untuk mendengarkan pendapat anak," ujarnya.

Sedangkan, pengasuhan otoriter lebih mendekatkan pada kepatuhan penuh tanpa memberi kesempatan bagi anak untuk menyampaikan pendapat atau perasaannya.

Ciri-Ciri Pengasuhan Tegas

Orang tua dengan pendekatan tegas biasanya memiliki beberapa sifat yang jelas:

Meskipun tegas dalam peraturan, orang tua tetap memberikan Dukungan Emosional: dukungan emosional dan kasih sayang secara teratur.

Ciri-Ciri Pengasuhan Otoriter

Di sisi lain, pengasuhan otoriter memiliki ciri yang berbeda:

Dampak pada Perkembangan Anak

Studi menunjukkan bahwa kedua gaya pengasuhan ini memiliki pengaruh yang berbeda pada anak.

Anak yang dibesarkan dengan cara yang tegas biasanya:

Di sisi lain, anak yang dibesarkan secara otoriter sering menunjukkan:

Model Perilaku yang Diharapkan:

Anak lebih memahami dari apa yang mereka lihat ketimbang dari apa yang mereka dengar. Tampilkan sikap tenang saat menghadapi masalah.


Editor : Ali Sodiqin
#Membentuk perilaku positif anak