RADARSITUBONDO.ID - Menghadapi anak yang sulit diatur seringkali membuat orang tua kebingungan antara harus bersikap tegas atau menjadi otoriter. Padahal, kedua cara ini memiliki perbedaan yang penting dan bisa berdampak lama pada perkembangan karakter anak.
Pengasuhan tegas dan otoriter sering dianggap sama. Namun, perbedaan utama antara keduanya terletak pada cara berkomunikasi dan seberapa fleksibel aturan yang diterapkan.
Dr. Sarah Johnson, seorang psikolog anak dari Universitas California, menjelaskan bahwa pengasuhan yang tegas menggabungkan standar yang tinggi dengan kehangatan dan responsif terhadap anak. "Orang tua yang tegas menetapkan batasan jelas tetapi siap untuk mendengarkan pendapat anak," ujarnya.
Sedangkan, pengasuhan otoriter lebih mendekatkan pada kepatuhan penuh tanpa memberi kesempatan bagi anak untuk menyampaikan pendapat atau perasaannya.
Ciri-Ciri Pengasuhan Tegas
Orang tua dengan pendekatan tegas biasanya memiliki beberapa sifat yang jelas:
- Komunikasi Dua Arah: Mereka mendengarkan pandangan anak sebelum membuat keputusan. Misalnya, jika anak melanggar waktu tidur, orang tua tegas akan menanyakan alasannya dan menjelaskan konsekuensinya dengan tenang.
- Konsistensi dengan Fleksibilitas: Aturan ditegakkan secara konsisten, tetapi ada ruang untuk perubahan sesuai situasi yang dihadapi. Seperti memberikan ekstra waktu bermain jika anak telah menyelesaikan semua tugasnya.
- Penjelasan Logis: Semua aturan dan konsekuensi disertai penjelasan yang masuk akal. Anak diberi tahu mengapa mereka tidak boleh bermain gadget secara berlebihan, yang adalah untuk kesehatan mata dan perkembangan sosial mereka.
Meskipun tegas dalam peraturan, orang tua tetap memberikan Dukungan Emosional: dukungan emosional dan kasih sayang secara teratur.
Ciri-Ciri Pengasuhan Otoriter
Di sisi lain, pengasuhan otoriter memiliki ciri yang berbeda:
- Komunikasi Satu Arah: Orang tua memberikan perintah tanpa mengajak anak berdiskusi. Kalimat seperti "Karena saya bilang begitu" sering muncul tanpa penjelasan lebih jauh.
- Aturan Kaku: Tidak ada toleransi untuk penyimpangan, bahkan pada keadaan khusus. Waktu tidur selalu jam 8 malam, bahkan hari ulang tahun kakek.
- Fokus pada Kepatuhan: Yang penting adalah anak mengikuti perintah, bukan untuk memahami alasan di balik aturan itu.
- Hukuman Fisik atau Emosional: Sering menggunakan ancaman, teriakan, atau bahkan hukuman fisik untuk mendisiplinkan anak.
Dampak pada Perkembangan Anak
Studi menunjukkan bahwa kedua gaya pengasuhan ini memiliki pengaruh yang berbeda pada anak.
Anak yang dibesarkan dengan cara yang tegas biasanya:
- Memiliki kepercayaan diri yang sehat
- Mampu mengambil keputusan secara mandiri
- Memiliki keterampilan sosial yang baik
- Lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan orang tua
Di sisi lain, anak yang dibesarkan secara otoriter sering menunjukkan:
- Kesulitan dalam membuat keputusan sendiri
- Cemas yang berlebihan terhadap kesalahan
- Kurang percaya diri dalam situasi sosial
- Cenderung memberontak saat remaja
Model Perilaku yang Diharapkan:
Anak lebih memahami dari apa yang mereka lihat ketimbang dari apa yang mereka dengar. Tampilkan sikap tenang saat menghadapi masalah.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News