Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jangan Salah Kaprah! Ini Beda Melamun, Meditasi, dan Mindfulness untuk Kesehatan Mental

Bayu Shaputra • Senin, 18 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Seorang pria yang sedang duduk di kursi taman sambil melamun.
Seorang pria yang sedang duduk di kursi taman sambil melamun.

RADARSITUBONDO.ID - Pernahkah kamu berada di angkot dan tanpa sadar tiba-tiba sudah sampai tempat tujuan, padahal rasanya baru saja naik? Atau sebaliknya, kamu begitu asyik melamun sampai kelewatan halte? Nah, ini yang sering bikin bingung, apa perbedaan antara melamun, meditasi, dan mindfulness? Yang mana yang lebih baik untuk kesehatan pikiran kita?

Ternyata, ketiga aktivitas mental ini memiliki perbedaan yang penting untuk kita ketahui. Ini karena satu di antaranya bisa berakibat buruk jika dilakukan terlalu banyak.

Melamun atau daydreaming adalah kegiatan yang paling wajar bagi manusia. Siapa yang tidak pernah melamun ketika terjebak macet di jalan? Namun, melamun bisa menjadi pedang bermata dua.

Menurut penelitian terbaru, melamun dalam batas yang wajar sebenarnya baik untuk memicu kreativitas dan menyelesaikan masalah. Namun, jika sudah berlebihan, itu bisa menjadi tanda "Maladaptive daydreaming adalah kondisi di mana seseorang terlalu sering terjebak dalam imajinasinya," yang sebenarnya dapat mengganggu produktivitas.

Perbedaan melamun dengan dua aktivitas lain adalah sifatnya yang pasif dan sering kali tidak terkontrol. Kita bisa tiba-tiba teringat masa lalu di tengah pertemuan penting, atau membayangkan diri sebagai superhero ketika mengerjakan tugas. Intinya, pikiran kita "melarikan diri" dari kenyataan.

Yang berbahaya, maladaptive daydreaming dapat meningkatkan kecemasan, terutama saat seseorang merasa jauh dari kenyataan. Jadi, jika kamu merasa sering melamun sampai lupa waktu atau mengganggu kegiatan sehari-hari, mungkin sudah saatnya mencari cara yang lebih sehat.

Kalau melamun itu pasif, meditasi justru sebaliknya. Meditasi adalah praktik aktif untuk melatih pikiran agar lebih fokus dan tenang. Ada banyak jenis meditasi, mulai dari yang fokus pada pernapasan, menggunakan mantra, hingga visualisasi.

Yang membedakan meditasi adalah adanya tujuan dan struktur yang jelas. Kita duduk dalam posisi tertentu, mengatur pernapasan, dan memiliki tujuan spesifik, entah untuk menenangkan pikiran, meningkatkan konsentrasi, atau mencari kedamaian spiritual.

Penelitian menunjukkan bahwa meditasi rutin bisa menurunkan kadar hormon stres kortisol, meningkatkan kinerja otak, dan bahkan memperbaiki daya tahan tubuh. Maka tidak mengherankan jika semakin banyak perusahaan yang menawarkan kelas meditasi untuk karyawannya.

Namun, meditasi memerlukan komitmen dan latihan yang teratur. Tidak mungkin bisa langsung merasa tenang dalam sekali sesi!

Sekarang, yang sedang populer adalah mindfulness. Mindfulness adalah salah satu bentuk meditasi yang mengajarkan seseorang untuk fokus pada lingkungan sekitar dan emosi yang dialami.

Perbedaan mindfulness dan meditasi tradisional adalah fleksibilitasnya. Kita bisa melakukan mindfulness kapan saja dan di mana saja, saat makan, berjalan kaki, bahkan mencuci piring. Intinya adalah memberikan perhatian sepenuhnya pada apa yang kita lakukan, tanpa menghakimi atau terbawa emosi.

Meditasi dan mindfulness dapat meningkatkan kesehatan mental dengan merubah otak, mengelola stres, dan meningkatkan kesadaran diri. Keistimewaan mindfulness adalah kemampuannya untuk memutus siklus berpikir berlebihan yang sering kali membuat kita cemas.

Contoh sederhana, saat menikmati kopi, bukannya sambil scrolling media sosial atau memikirkan deadline, coba fokus pada rasa kopinya, aroma, dan sensasi hangat di tangan. Itu sudah termasuk mindfulness.

Mana yang Lebih Sehat?

Jika ditanya tentang mana yang lebih baik untuk kesehatan, jawabannya bergantung pada kebutuhan dan kondisi mental kita. Namun, secara umum, mindfulness dan meditasi lebih baik dibandingkan melamun yang berlebihan.

Kenapa? Karena kedua hal ini melatih kita untuk lebih peka terhadap keadaan mental dan emosional. Mindfulness membantu kita untuk mengenali gejala kecemasan atau stres lebih awal, sehingga kita bisa menanganinya sebelum menjadi masalah serius.

Bagi pemula, mindfulness mungkin lebih mudah dilakukan karena tidak memerlukan tempat tertentu. Mulailah dengan kegiatan kecil seperti mindful eating atau mindful walking. Sementara itu, meditasi lebih pas untuk orang yang ingin melatih pikiran secara lebih mendalam dan teratur.

Yang jelas, ketiganya memiliki perannya masing-masing. Melamun sesekali boleh dilakukan untuk merangsang kreativitas, asalkan tidak menjadi pelarian dari masalah. Meditasi cocok bagi mereka yang menyukai rutinitas dan disiplin. Mindfulness ideal bagi mereka yang ingin hidup lebih hadir dan sadar tanpa kesulitan.

Intinya, apa pun yang kamu pilih, yang terpenting adalah konsistensi dalam praktik dan kecocokan dengan gaya hidup. Kesehatan mental adalah investasi yang berjangka panjang, bukan sekadar tren sesaat!


Editor : Ali Sodiqin
#Meditasi #Mindfulness #Melamun