Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dari Sekadar Ngayal Jadi Masalah Serius! Waspada Maladaptive Daydreaming

Bayu Shaputra • Senin, 18 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Seorang pria yang sedang mengalami Maladaptive Daydreaming.
Seorang pria yang sedang mengalami Maladaptive Daydreaming.

RADARSITUBONDO.ID - Siapa yang tidak pernah berkhayal? Hampir semua orang pasti pernah terhanyut dalam imajinasi, baik itu membayangkan liburan impian atau hanya berangan-angan menjadi tokoh utama dalam film kesukaan. Namun tunggu, bagaimana jika kebiasaan berkhayal ini sudah terlalu banyak?  

Berkhayal adalah hal biasa ketika seseorang terjebak dalam pikirannya, namun jika dilakukan terlalu sering dapat menjadi berbahaya. Para ahli menyebutnya sebagai "maladaptive daydreaming" atau gangguan berkhayal berlebihan.

Meskipun tidak selalu berdampak negatif, berkhayal bisa menjadi tanda adanya masalah mental, terutama jika mengambil banyak waktu.

BayangkanJika kamu lebih suka terbenam dalam dunia khayalan daripada menghadapi realitas, tentu ini akan menganggu kehidupan sehari-hari.

Terlalu sering berkhayal dapat memiliki banyak dampak negatif yang serius. Seseorang yang bekerja tetapi terus-menerus berkhayal tentang liburan atau situasi yang tidak nyata akan kesulitan menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Tidak hanya dalam hal produktivitas, dampak lainnya meliputi:

Gangguan Fokus dan Produktivitas

Ketika pikiran lebih sering mengembara ke dunia khayalan, konsentrasi untuk menyelesaikan tugas menjadi terganggu. Akibatnya, kinerja bisa sangat menurun.

Isolasi Sosial

Orang yang terjebak dalam berkhayal cenderung menjauh dari lingkungan sosial. Mereka lebih nyaman dengan dunia imajinasi yang bisa mereka kendalikan daripada berinteraksi dengan orang lain.

Gangguan Tidur dan Pola Hidup

Terlalu asyik berkhayal bisa membuat seseorang lupa waktu, termasuk waktu untuk tidur. Pola hidup jadi tidak teratur dan kesehatan fisik bisa terpengaruh.

Penurunan Kualitas Hubungan

Menjalin atau mempertahankan hubungan sehat menjadi sulit karena lebih banyak fokus ke dunia dalam pikiran daripada interaksi sosial yang ada di sekitar.

Cara Efektif Mengatasi Kebiasaan Melamun

Berita baiknya, kebiasaan berkhayal berlebihan bisa diatasi. Berikut beberapa cara praktis yang bisa dicoba:

Tingkatkan Kesadaran Diri

Kebiasaan berkhayal sering kali muncul ketika kesadaran rendah. Karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran agar tidak berkhayal saat melakukan aktivitas. Cobalah untuk berlatih mindfulness atau meditasi sederhana.

Catat Kebiasaan Berkhayal

Dengan mencatat saat berkhayal, kita bisa menyadari apa yang dipikirkan. Jika kita tahu pemicu berkhayal, kita dapat mencarinya solusinya. Buatlah catatan kecil tentang waktu dan penyebab yang membuatmu berkhayal.

Sibukkan Diri dengan Aktivitas Positif

Berolahraga secara rutin dapat meningkatkan semangat untuk melakukan hal-hal produktif lainnya. Tidak perlu olahraga berat, berjalan santai atau yoga juga sangat membantu.

Cobalah Teknik Grounding

Saat mulai berkhayal, fokuslah pada lima hal yang terlihat, empat hal yang terdengar, tiga hal yang bisa disentuh, dua aroma yang tercium, dan satu rasa yang ada di lidah.

Atur Waktu Khusus untuk "Berkhayal Sehat"

Alih-alih melarang total, berikan waktu terbatas untuk berimajinasi. Misalnya, 15 menit setelah makan siang. Ini membantu untuk mengontrol kebiasaan tanpa tekanan berlebihan.

Kapan Harus Mencari Bantuan?

Jika setelah mencoba berbagai cara namun kebiasaan berkhayal masih mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan psikolog atau psikiater.

Terutama jika disertai dengan gejala lain seperti perubahan suasana hati, gangguan tidur yang berkepanjangan, atau penurunan fungsi sosial yang signifikan.

Ingat, mencari bantuan dari profesional bukanlah tanda kelemahan, tetapi langkah bijak untuk hidup yang lebih sehat dan produktif.

Dunia nyata memiliki banyak hal menarik yang sayang untuk dilewatkan hanya karena terlampau asyik berkhayal.

Jadi, mari kita mulai lebih peka terhadap kebiasaan kita yang sering melamun. Imajinasi boleh saja bebas, namun jangan sampai jauh dari kenyataan!


Editor : Ali Sodiqin
#Maladaptive Daydreaming