RADARSITUBONDO.ID - Fenomena orang yang berusia seratus tahun atau lebih, yang dikenal sebagai centenarian, telah menjadi topik menarik bagi peneliti di seluruh dunia. Beberapa daerah yang disebut "Blue Zones" menunjukkan jumlah centenarian yang sepuluh kali lebih banyak daripada di Amerika Serikat, yang membuka mata para ilmuwan tentang faktor-faktor yang berkontribusi pada usia panjang.
Bertentangan dengan apa yang banyak orang percayai, faktor genetik hanya memiliki pengaruh kecil pada panjang usia. Penelitian dari Danish Twin Study menunjukkan bahwa gen hanya mempengaruhi sekitar 20-25% dari umur panjang, sementara 75-80% lainnya dipengaruhi oleh cara hidup dan lingkungan.
Para ahli percaya bahwa dalam tujuh hingga delapan dekade pertama kehidupan, cara hidup menjadi faktor yang lebih penting daripada genetik dalam menentukan kesehatan dan umur panjang.
Meskipun begitu, para centenarian memang memiliki variasi genetik tertentu yang tampaknya melindungi mereka dari penyakit yang berkaitan dengan usia dan membantu tubuh mereka berfungsi lebih baik selama waktu yang jauh lebih lama.
Penelitian yang mendalam tentang Blue Zones menunjukkan pola hidup yang sama di antara orang-orang yang panjang umurnya. Daerah ini menunjukkan karakteristik seperti aktivitas fisik yang teratur, stres yang rendah, interaksi sosial yang baik, makanan lokal yang sehat, dan rendahnya kasus penyakit.
Diet adalah bagian penting dalam mencapai umur panjang. Makanan yang kaya akan bahan alami, sayuran segar, kacang-kacangan, dan biji-bijian, sambil membatasi konsumsi daging merah dan makanan yang diproses, terbukti memberikan nutrisi terbaik yang mendukung fungsi tubuh hingga usia tua.
Faktor fisik dan lingkungan sosial juga sangat penting. Centenarian biasanya tinggal di komunitas yang mendukung, memiliki hubungan sosial yang erat, dan memiliki tujuan hidup yang jelas.
Aktivitas fisik tak selalu berarti olahraga formal, tetapi bisa berupa kegiatan sehari-hari seperti berkebun, berjalan kaki, atau pekerjaan rumah tangga yang menjaga tubuh tetap aktif.
Tingkat stres yang rendah juga merupakan ciri penting. Centenarian seringkali memiliki cara yang baik untuk mengatasi stres, baik melalui meditasi, doa, atau aktivitas yang menenangkan pikiran.
Walaupun centenarian ditemukan banyak di beberapa lokasi atau "blue zones," gaya hidup mereka mungkin tidak jauh berbeda dari orang-orang di masyarakat yang lebih besar yang memilih hidup sehat. Yang membedakan adalah kestabilan dalam menerapkan kebiasaan sehat secara turun temurun dan dukungan sosial yang mendukung kebiasaan tersebut.
Meskipun untuk mencapai usia satu abad seseorang perlu mendapatkan "lotere genetik," sebagian besar dari kita dapat hidup hingga awal 90-an tanpa penyakit kronis yang serius. Kunci utamanya adalah menerapkan prinsip-prinsip gaya hidup sehat secara konsisten sejak usia muda.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News