RADARSITUBONDO.ID - Jejak kolonialisme Eropa masih hadir sampai sekarang di berbagai tempat di dunia.
Dua kekuatan kolonial terbesar dalam sejarah, yaitu Belanda dan Inggris, meninggalkan warisan yang rumit di banyak negara yang pernah mereka kuasai. Bagaimana peta kekuasaan kolonial kedua negara ini tersebar di seluruh dunia?
Awal kolonisasi Belanda dimulai pada abad ke-17 ketika mereka mengikuti langkah Portugal dan Spanyol untuk membangun kekaisaran kolonial di luar negeri. Ketrampilan mereka dalam berlayar dan berdagang menjadi bekal utama untuk mengembangkan wilayah di berbagai benua.
Indonesia menjadi bagian terpenting dalam kolonialisasi Belanda. Hindia Belanda dibentuk karena penguasaan atas tanah-tanah yang dimiliki oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), yang beroperasi di bawah pemerintahan Belanda pada tahun 1800.
Selama lebih dari tiga ratus tahun, kepulauan Nusantara menjadi sumber kekayaan utama bagi Belanda.
Namun, jejak kolonial Belanda tidak hanya ada di Indonesia. India juga menarik minat Belanda, hingga wilayah tersebut dijajah selama lebih dari seratus tahun (1605-1825).
Walaupun akhirnya harus meninggalkan India setelah terdesak oleh Inggris, Belanda sempat menorehkan pengaruh di subkontinen tersebut.
Sri Lanka menjadi tujuan berikutnya. Belanda pertama kali tiba di Sri Lanka pada 1602 ketika pulau itu masih berada di bawah kendali Portugis.
Antara 1636 dan 1658, Belanda berhasil mengusir Portugis setelah permohonan dari penguasa lokal. Pulau ini kemudian menjadi lokasi strategis yang menghubungkan Indonesia dengan koloni Belanda di Afrika Selatan.
Taiwan, dahulu dikenal sebagai Formosa, juga pernah dalam pemerintahan Belanda, begitu pula dengan beberapa daerah di Amerika Selatan seperti Suriname dan Antillen Belanda.
Jejak kolonial ini membentuk jaringan perdagangan global yang menguntungkan Amsterdam sebagai pusat keuangan dunia pada waktu itu.
Ketika Belanda lebih fokus pada perdagangan, Inggris membangun kekaisaran yang lebih besar dan terencana. Kerajaan Inggris (British Empire) menjadi salah satu penguasa yang paling banyak menjajah di dunia menurut sejarah.
Konon katanya, di wilayah kekuasaan Inggris, matahari tidak pernah terbenam karena luasnya wilayah yang mencakup berbagai zona waktu.
Di benua Asia, negara-negara yang pernah dijajah oleh Inggris meliputi Indonesia, Brunei Darussalam, Myanmar, dan Malaysia. Inggris berhasil merebut Indonesia dari Belanda dalam waktu singkat (1811-1816) di bawah pimpinan Thomas Stamford Raffles. Raffles mencatat sejarah, budaya, dan kekayaan alam Indonesia dalam bukunya yang berjudul History of Java, yang menjadi salah satu referensi penting tentang Nusantara.
Amerika Serikat, yang sekarang menjadi superpower, juga tidak terlepas dari kolonialisme Inggris. Inggris pertama kali tiba di Amerika pada akhir abad ke-16, dengan pemukiman permanen pertama yang didirikan di lokasi yang sekarang dikenal sebagai Jamestown.
Dari sini, Inggris memperluas kekuasaannya hingga membentuk 13 koloni yang nantinya menjadi cikal bakal Amerika Serikat.
India menjadi "permata mahkota" bagi Imperium Inggris. Selama hampir dua abad, subkontinen India menjadi sumber kekayaan terbesar bagi Inggris, mulai dari rempah-rempah, tekstil, hingga produk pertanian lainnya.
Banyak negara ini pada akhirnya berhasil mendapatkan kemerdekaan, tetapi pengaruh Inggris tetap terlihat dalam berbagai aspek, seperti sistem pemerintahan, hukum, bahasa, hingga budaya.
Bahasa Inggris sekarang menjadi bahasa internasional, sedangkan sistem hukum common law diterapkan di banyak bekas koloni Inggris.
Setelah negara merdeka, banyak negara yang sebelumnya dijajah oleh Inggris bergabung dengan Persemakmuran Bangsa-Bangsa.
Ini adalah sebuah organisasi yang terdiri dari negara-negara yang berdaulat dan punya hubungan dengan Inggris. Hingga sekarang, organisasi ini masih ada dan memiliki 54 negara yang tergabung.
Begitu juga dengan negara yang dulunya dijajah oleh Belanda. Indonesia, meskipun sudah merdeka sejak 1945, masih terpengaruh oleh masa kolonial dalam banyak hal, seperti sistem hukum, bangunan, dan beberapa makanan tradisional.
Peta kolonialisme yang dibuat oleh Belanda dan Inggris menggambarkan bagaimana kedua negara Eropa ini mampu menciptakan kekaisaran yang sangat luas, dan pengaruhnya masih dirasakan sampai abad ke-21.
Mengetahui sejarah ini sangat penting agar kita bisa memahami pergerakan politik dan ekonomi dunia saat ini.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News