Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Apakah Pengaruh Kolonial Benar-Benar Masih Terasa dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

Bayu Shaputra • Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:35 WIB
Rumah peninggalan kolonial Belanda yang masih bisa dilihat dimasa sekarang.
Rumah peninggalan kolonial Belanda yang masih bisa dilihat dimasa sekarang.

RADARSITUBONDO.ID - Genap sudah delapan puluh tahun sejak Indonesia merdeka, tetapi jejak penjajahan Belanda dan Inggris masih sangat terlihat dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Pengaruh kedua negara kolonial ini tidak hanya membekas pada aspek politik dan ekonomi, tetapi juga berakar dalam tradisi, bahasa, pendidikan, dan struktur sosial masyarakat.

Penjajahan Belanda yang berlangsung lebih dari tiga ratus tahun membawa perubahan besar dalam cara pendidikan diterapkan. Sekolah yang menggunakan kurikulum Barat mulai didirikan, walaupun pada awalnya hanya untuk kaum elit pribumi dan anak-anak dari Eropa. Sistem pendidikan ini memperkenalkan pembagian kelas menurut kemampuan, berbeda dengan sistem pesantren yang lebih mendekatkan diri secara personal.

"Bahasa Belanda menjadi bahasa umum di kalangan orang terpelajar pada waktu itu," ungkap Dr. Sartono Kartodirdjo, seorang sejarawan terkemuka di Indonesia. Pengaruh bahasa ini masih bisa dirasakan hingga sekarang dalam kosakata Indonesia seperti "kantoor" (kantor), "dokter," "apotek," dan ratusan kata lainnya.

Sementara itu, meskipun periode penjajahan Inggris relatif singkat (1811-1816 di bawah Thomas Stamford Raffles), pengaruhnya cukup terasa. Raffles memperkenalkan sistem administrasi yang lebih maju serta konsep Sistem Sewa Tanah yang mengubah cara kepemilikan tanah tradisional.

Kolonialisme menciptakan stratifikasi sosial yang rumit. Sistem kelas kolonial menempatkan orang Eropa di puncak, diikuti oleh kelompok Timur Asing (Tionghoa, Arab, India), dan masyarakat pribumi di lapisan terbawah. Pemisahan ini tidak hanya terlihat dalam aturan, tetapi juga berakar dalam kehidupan sehar-hari.

Sistem tanam paksa yang diterapkan Belanda sejak tahun 1830 mengubah secara drastis cara hidup petani di Jawa. Petani yang sebelumnya menanam padi dan tanaman untuk kebutuhan sehari-hari, terpaksa mengalihkan sebagian tanah mereka untuk menanam tanaman ekspor seperti kopi, tebu, dan nila. Hal ini berdampak pada ekonomi desa dan menimbulkan ketergantungan terhadap pasar global.

Pengaruh kolonial juga jelas terlihat dalam bidang seni dan arsitektur. Gaya arsitektur Indis, yaitu kombinasi antara Eropa dan lokal, muncul dari proses akulturasi ini. Bangunan bergaya Indies memiliki atap genteng merah, jendela besar, dan teras luas yang disesuaikan dengan iklim tropis.

Dalam seni, lukisan gaya Eropa mulai diperkenalkan oleh seniman seperti Raden Saleh. Musik keroncong, yang kabarnya berasal dari musik Portugis dan berkembang selama masa kolonial, menjadi salah satu genre musik yang khas di Indonesia.

Belanda memperkenalkan sistem hukum kontinental yang berbeda dari hukum adat yang sudah ada. Dua jenis hukum ini menciptakan kompleksitas yang masih ada hingga sekarang. Sistem administrasi modern dengan birokrasi yang berjenjang juga merupakan peninggalan kolonial yang masih bertahan.

Konsep negara modern dengan batas wilayah yang jelas, sistem pajak, dan administrasi kependudukan adalah hasil dari masa kolonial yang kemudian diadopsi oleh Indonesia yang sudah merdeka.

Saat ini, pengaruh kolonial masih tampak dalam berbagai aspek. Dari cara berpakaian formal (jas dan dasi), sistem perbankan, hingga tradisi minum teh dan kopi yang kini menjadi bagian dari budaya Indonesia. Bahkan dalam tata kota, jejak kolonial masih terlihat di Jakarta Kota, Bandung, dan Semarang dengan bangunan bergaya Eropa.

Meskipun penjajahan membawa perubahan modern dalam banyak bidang, ia juga meninggalkan dampak mendalam seperti hilangnya nilai-nilai tradisional dan munculnya kesenjangan sosial yang besar. Memahami warisan kolonial ini penting untuk mengerti kompleksitas masyarakat Indonesia hari ini.


Editor : Ali Sodiqin
#belanda #Kolonialisme #Inggris