Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pesona Visual Banyuwangi dalam Film Lintrik: Ketika Sinema Bertemu Kearifan Lokal

Bayu Shaputra • Kamis, 28 Agustus 2025 - 20:35 WIB
Official Trailer Film Lintrik: Ilmu Pemikat dengan latar Djawatan.
Official Trailer Film Lintrik: Ilmu Pemikat dengan latar Djawatan.

RADARSITUBONDO.ID - Dunia perfilman Indonesia kembali hidup dengan film "Lintrik: Ilmu Pemikat" dari Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film, menawarkan visual menawan dan cerita mistis berbasis budaya Banyuwangi.

Film ini, disutradarai Irham Acho Bachtiar, bukan hanya horor biasa, melainkan drama psikologis yang mengangkat mitos ilmu pelet Jawa di latar budaya Banyuwangi, berfokus pada keindahan visual dan atmosfer mistis melalui lokasi syuting yang impresif.

Pengambilan gambar selama 25 hari ini dilakukan sebagian di Jakarta dan lebih banyak di Banyuwangi, dikenal sebagai "Sunrise of Java," yang kaya visual untuk mendukung narasi mistis film.

 Baca Juga: Ancak Agung Jadi Momentum Kebangkitan Situbondo, Bupati Rio Targetkan Acara Tahun Depan Lebih Besar

Salah satu lokasi ikonik adalah Hutan De Djawatan, terkenal nuansa magisnya, dengan pepohonan menciptakan atmosfer misterius yang mendukung cerita Lintrik.

Tim sinematografi juga menggunakan Patung Terakota sebagai elemen visual, simbol budaya yang memperkuat narasi.

Produksi film ini didukung resmi oleh Pemerintah Daerah Banyuwangi, memberikan izin untuk merekam festival budaya dan mengintegrasikannya ke dalam film.

 Baca Juga: Suhartoni Kembali Pimpin PGRI Situbondo 2025 – 2030, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru

Keterlibatan seniman lokal seperti Mak Temu Misti dan Mas Yon DD menambah autentisitas budaya dan dimensi visual ke dalam film.

Lokasi syuting menarik lainnya adalah Desa Ketapang, di mana Karina Icha berperan sebagai "Sari," menunjukkan keindahan desa Banyuwangi yang autentik.

Sutradara Irham Acho Bachtiar memanfaatkan elemen visual Banyuwangi untuk mendukung cerita, dari lanskap alam hingga detail arsitektur tradisional, menciptakan pengalaman sinematik mendalam.

 Baca Juga: Prediksi Pertandingan Inter Miami Vs Orlando City di Semifinal Leagues Cup 2025

Pemilihan lokasi strategis tidak hanya untuk keindahan visual, tetapi juga untuk mengangkat kisah lintrik yang dipenuhi misteri pembunuhan dan kengerian supranatural, dengan konteks budaya yang kuat.

Irham Acho menegaskan bahwa film ini menghadirkan horor dengan kedalaman narasi, tidak hanya jumpscare. Lokasi eksotis di Banyuwangi menjadi kunci pencapaian artistik tersebut.

"Lintrik: Ilmu Pemikat" dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 11 September 2025. Film ini diharapkan dapat menghibur dan memperkenalkan budaya dan keindahan alam Banyuwangi kepada penonton lebih luas.

Dengan cerita kuat, sinematografi memukau, dan lokasi syuting spektakuler, "Lintrik: Ilmu Pemikat" siap menjadi salah satu film berkesan Indonesia di tahun 2025.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Lintrik Ilmu Pemikat 2025