RADARSITUBONDO.ID - Industri perfilman Indonesia bertambah kaya dengan film yang mengeksplorasi budaya nusantara. "Lintrik," drama psikologis mistis dari budaya Banyuwangi, siap hadir tahun ini.
Disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar dan diproduksi oleh Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film, film ini menawarkan pendekatan baru dalam horor lokal.
Baca Juga: Ancak Agung Jadi Momentum Kebangkitan Situbondo, Bupati Rio Targetkan Acara Tahun Depan Lebih Besar
Film Lintrik bukan hanya cerita horor, tetapi mengangkat mitos ilmu pelet Jawa secara mendalam dengan latar Banyuwangi. Ini mengeksplorasi praktik spiritual "Lintrik," yang dilakukan oleh dukun wanita dalam ritual ekstrem.
Film ini berawal dari film pendek "Lintrik – Janakim," yang dikembangkan menjadi film fitur. Sutradara Irham Acho Bahtiar, sebelumnya dikenal dari "Epen Cupen The Movie," mengambil tema yang lebih serius.
Keunggulan "Lintrik" adalah komitmennya terhadap keaslian budaya Banyuwangi. Pemainnya termasuk Donny Damara, Yatti Surachman, dan seniman lokal seperti maestro tari Gandrung Mak Temu Misti. Bahasa Osing yang khas juga ada dalam dialog, menjadikan "Lintrik" representasi budaya lokal.
"Lintrik" mengikuti Sari, yang terjebak dalam ilmu pengasihan mistis. Film ini membangun ketegangan melalui aspek psikologis, bukan jump scare, sesuai visi sutradara untuk menyajikan perspektif baru tentang tradisi spiritual. Aktris Meisya Amira melakukan riset mendalam di Banyuwangi untuk memerankan karakternya, menunjukkan dedikasi tim produksi.
Baca Juga: Prediksi Pertandingan Inter Miami Vs Orlando City di Semifinal Leagues Cup 2025
Film Lintrik adalah kolaborasi antara Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film, disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar. Proses produksi selama 25 hari melibatkan kru dan seniman lokal Banyuwangi, menciptakan sinergi antara profesionalisme dan kearifan lokal.
Film "Lintrik" membuktikan bahwa sinema Indonesia dapat mengangkat budaya lokal sambil tetap menarik. Dengan pendekatan drama psikologis mistis, film ini diharapkan memberi alternatif baru bagi pecinta horor dan memperkenalkan budaya Banyuwangi ke lebih banyak orang.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin