RADARSITUBONDO.ID - Ceker ayam adalah makanan favorit di Indonesia, ditemukan di berbagai tempat dari warung hingga restoran. Meski lezat, ada banyak pertanyaan tentang keamanan konsumsinya.
Kontroversi ceker ayam muncul dari mitos dan kekhawatiran kesehatan, termasuk hormon dan risiko penyakit. Penting untuk mengeksplorasi fakta ilmiah mengenai makanan ini.
Kandungan nutrisi ceker ayam per 100 gram adalah 245 kilokalori, 20,8 gram protein, 2,1 gram karbohidrat, dan 17,1 gram lemak. Ceker ayam kaya kolagen, yang penting untuk kesehatan kulit dan persendian. Ceker ayam juga mengandung mineral penting seperti zat besi, folat, dan vitamin B12, yang membantu mencegah anemia.
Baca Juga: Prediksi Pekan Ke-3 LaLiga 2025-26: Valencia Targetkan Kemenangan Perdana Melawan Getafe
Mitos umum menyebutkan bahwa ceker ayam mengandung hormon berbahaya. Namun, ayam di Indonesia tidak disuntik hormon. Regulasi pemerintah memastikan hal ini.
Mitos lain menyatakan bahwa ceker ayam dapat menyebabkan penyakit pada wanita, ini tidak didukung bukti ilmiah kuat jika diolah dan dikonsumsi dengan benar.
Baca Juga: Preview Pertandingan Elche Vs Levante di Pekan Ketiga LaLiga 2025-26
Keamanan konsumsi ceker ayam tergantung pada cara pengolahannya. Memasak hingga 74°C (165°F) penting untuk mencegah keracunan makanan.
Ahli menyarankan menghindari penggorengan ceker ayam karena mengurangi nutrisi dan menambah lemak trans. Metode terbaik adalah mengolahnya menjadi sup kaldu dengan sumber gizi lainnya.
Aspek kebersihan sangat penting karena ceker ayam bisa terpapar kotoran. Proses pembersihan meliputi pencucian, penyikatan, dan perebusan awal untuk membunuh bakteri. Pilih ceker ayam yang segar dan dari sumber terpercaya.
Baca Juga: Google Pixel 10 Hadirkan Magic Cue dan Camera Coach: AI yang Benar-Benar Memahami Pengguna
Ceker ayam aman dikonsumsi jika diolah dengan benar dan tidak berlebihan. Kandungan kolagen, protein, dan mineralnya memberikan manfaat kesehatan. Kunci utamanya adalah pengolahan yang tepat, menjaga kebersihan, dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Dengan memahami fakta ilmiah ini, masyarakat dapat menikmati ceker ayam tanpa khawatir, asalkan memperhatikan prinsip pengolahan makanan yang aman dan sehat.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin