Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Olahraga Pagi atau Malam? Kapan Waktu Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan?

Bayu Shaputra • Minggu, 31 Agustus 2025 | 20:00 WIB
Seorang pria sedang berolahraga di pagi hari.
Seorang pria sedang berolahraga di pagi hari.

RADARSITUBONDO.ID - Pertanyaan mengenai waktu paling ideal untuk berolahraga dalam rangka menurunkan berat badan telah menjadi topik perbincangan yang intens di kalangan pecinta kebugaran dan pakar kesehatan.

Apakah lebih efektif berolahraga di pagi hari ketika suhu udara masih sejuk, atau di malam hari setelah seharian beraktivitas? Ternyata, jawabannya tidak semudah itu.

Melakukan aktivitas fisik di pagi hari memiliki keuntungan istimewa yang susah untuk ditandingi. Saat kita bangun tidur, tubuh berada dalam keadaan berpuasa alami selama 8-10 jam.

Kadar glikogen di otot dan hati berada pada titik terendah, sehingga tubuh lebih mudah mendapatkan cadangan lemak sebagai energi. Fenomena ini dikenal sebagai zona pembakaran lemak alami.

 Baca Juga: Apakah Ceker Ayam Aman Dikonsumsi? Fakta, Mitos, dan Cara Pengolahan yang Tepat

Suhu tubuh di pagi hari juga cenderung lebih rendah, sekitar 36,1°C, dibandingkan dengan 37°C di sore hari. Keadaan ini memungkinkan tubuh berfungsi dengan lebih efisien tanpa harus mengeluarkan tenaga lebih untuk mendinginkan diri. Udara pagi yang segar serta kadar oksigen yang lebih tinggi memberikan keuntungan tersendiri untuk pernapasan yang lebih baik.

Hormon kortisol mencapai puncaknya pada pagi hari, sekitar pukul 7-8. Meskipun sering dianggap sebagai hormon stres, kortisol sebenarnya berperan dalam memobilisasi lemak dan meningkatkan tingkat metabolisme. Memanfaatkan lonjakan alami kortisol pada waktu ini dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori.

Tak kalah penting, berolahraga di pagi hari menciptakan momentum positif untuk sepanjang hari. Endorfin yang dilepaskan akan meningkatkan suasana hati dan energi sepanjang hari, sekaligus mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan tidak sehat.

 Baca Juga: Jangan Remehkan Ceker Ayam! Sumber Kolagen Alami untuk Kulit Awet Muda

Walaupun olahraga pagi memiliki banyak keuntungan, latihan malam juga punya kelebihan yang tidak boleh diremehkan. Suhu tubuh yang meningkat di sore hari dan malam (antara pukul 17:00-19:00) membuat otot lebih lentur dan koordinasi tubuh menjadi lebih baik. Hal ini mengurangi risiko cedera dan memungkinkan latihan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Secara fisik, kapasitas paru-paru mencapai level tertinggi pada sore hari, meningkat hingga 6% dibandingkan pagi hari. Kekuatan otot juga meningkat 3-6% sementara persepsi kelelahan lebih rendah. Ini berarti Anda bisa berolahraga lebih lama dan dengan intensitas lebih tinggi tanpa merasa terlalu lelah.

Bagi mereka yang bekerja di kantor, olahraga malam bisa menjadi cara yang baik untuk mengurangi stres setelah menghadapi tekanan sepanjang hari. Aktivitas fisik membantu menurunkan hormon kortisol yang tinggi akibat stres, di samping membakar kalori dari makanan yang dikonsumsi pada siang hari.

 Baca Juga: Misi Raih Kemenangan Pertama! Real Oviedo Jamu Real Sociedad di Pekan Ketiga LaLiga 2025-26

Yang terpenting saat memilih waktu untuk berolahraga adalah konsistensi dan preferensi pribadi. Seseorang yang memiliki kebiasaan sebagai "materi pagi" akan lebih termotivasi untuk berolahraga di pagi hari, sedangkan "burung hantu malam" akan merasa lebih berenergi di malam hari.

Jadwal kerja, tanggung jawab keluarga, dan kondisi sekitar juga berpengaruh pada pilihan waktu. Orang tua dengan anak kecil mungkin lebih nyaman untuk berolahraga setelah anak-anak tidur. Sebaliknya, mereka yang bekerja di malam hari akan lebih cocok untuk berolahraga di pagi hari.

Untuk hasil maksimal dalam proses penurunan berat badan, kombinasi antara waktu dan jenis olahraga adalah kuncinya. Olahraga kardio dengan intensitas sedang, seperti berjalan cepat atau jogging di pagi hari, akan meningkatkan pembakaran lemak. Sebaliknya, latihan HIIT atau angkat beban di sore hari bisa memanfaatkan performa fisik yang lebih baik.

Jangan lupa mengenai nutrisi. Sebaiknya, sebelum olahraga pagi, minumlah segelas air dan konsumsi sedikit buah untuk menghindari hipoglikemia. Sementara untuk olahraga malam, sebaiknya ada jeda minimal 2-3 jam setelah makan besar terakhir.

Yang paling utama adalah konsistensi. Studi menunjukkan bahwa individu yang berolahraga secara rutin, terlepas dari waktu, memiliki tingkat keberhasilan dalam menurunkan berat badan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang melakukannya secara tidak teratur meskipun memilih waktu yang dianggap "paling tepat."


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Tips menurunkan berat badan