Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kardio atau Strength Training? Rahasia Memilih Olahraga Terbaik untuk Meluluhkan Lemak

Bayu Shaputra • Minggu, 31 Agustus 2025 | 19:45 WIB
Seorang pria sedang kardio di pagi hari.
Seorang pria sedang kardio di pagi hari.

RADARSITUBONDO.ID - Ketika membahas penurunan berat badan, debat antara kardio dan strength training sering muncul. Pertanyaannya adalah mana yang lebih efektif, dan jawabannya tidak sederhana.

Olahraga kardiovaskular, seperti lari, bersepeda, atau berenang, dikenal sebagai pembakar kalori. Dalam 30 menit jogging, seseorang dengan berat 70 kg dapat membakar 300-400 kalori. Ini menarik bagi yang ingin hasil cepat.

Kardio memberi hasil instan. Setelah berlari, tubuh terus membakar kalori melalui EPOC, meski efeknya hanya bertahan 2-3 jam.  Kardio mudah diakses. Tidak memerlukan perangkat mahal, cukup butuh sepatu lari yang nyaman.

 Baca Juga: Xabi Alonso Siap Buktikan Kelasnya, Real Madrid Wajib Taklukkan Mallorca di Pekan Ketiga LaLiga 2025-26

Strength training menawarkan pendekatan berbeda tapi efektif. Meskipun pembakaran kalori saat latihan beban lebih rendah (200-300 kalori per 45 menit), manfaat jangka panjang lebih besar.

Setiap kilogram otot membakar 13-15 kalori per hari, bahkan saat istirahat. Menambah 3 kg massa otot meningkatkan metabolisme basal sekitar 40-45 kalori per hari, setara dengan pembakaran tambahan 14.600-16.425 kalori per tahun.

Strength training menciptakan efek afterburn lebih lama dibanding kardio. Pemulihan otot pasca latihan beban membakar kalori hingga 24-48 jam.

 Baca Juga: Apakah Ceker Ayam Aman Dikonsumsi? Fakta, Mitos, dan Cara Pengolahan yang Tepat

Penelitian menunjukkan kombinasi kedua latihan memberikan hasil optimal. Studi di Journal of Applied Physiology menemukan partisipan yang melakukan keduanya kehilangan lebih banyak lemak sambil mempertahankan massa otot.

Program ideal terdiri dari 3 sesi strength training dan 2-3 sesi kardio per minggu. Latihan beban sebaiknya dilakukan terlebih dahulu, diikuti kardio 15-20 menit.

 Baca Juga: Kamera ZEISS Vivo V60: Ultra-Telephoto 10× dan Fitur AI Canggih

Ingat, olahraga hanya menyumbang 20-30% dari penurunan berat badan. Pola makan tetap kuncinya. Defisit kalori 500-750 kalori per hari dapat menghasilkan penurunan 0,5-0,75 kg per minggu.

Tidur berkualitas (7-9 jam) dan manajemen stres juga penting untuk hasil program penurunan berat badan.

Kardio dan strength training sama penting dalam penurunan berat badan. Kardio membakar kalori instan, sementara strength training membangun metabolisme kuat untuk jangka panjang. Kombinasi keduanya, ditambah pola makan sehat, memberi hasil optimal dan berkelanjutan.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Tips menurunkan berat badan