RADARSITUBONDO.ID - Dunia digital Indonesia dikejutkan oleh keputusan TikTok menonaktifkan fitur Live streaming mulai malam Sabtu (30/8). Kebijakan ini memicu protes dari jutaan pengguna yang bergantung pada fitur tersebut untuk ekonomi digital mereka.
Keputusan TikTok didasari oleh meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia. TikTok mengumumkan penangguhan fitur Live sementara untuk mencegah penyebaran konten yang membahayakan keamanan nasional.
TikTok bukan satu-satunya, karena Instagram Live juga mengalami gangguan yang menunjukkan koordinasi antara platform besar. Penonaktifan ini berdampak besar pada ekosistem ekonomi digital Indonesia. Ribuan kreator, pedagang online, dan influencer kehilangan sumber penghasilan utama.
Banyak penjual yang biasa melakukan live selling harus mencari alternatif lain yang tidak seefektif TikTok Live. Netizen menyampaikan kekecewaan di platform lain, terutama bagi pelaku usaha kecil yang harus beradaptasi dengan platform baru.
Penangguhan berlaku efektif sejak Sabtu malam, untuk semua pengguna TikTok di Indonesia. Fitur lain seperti video pendek, komentar, dan berbagi konten masih berfungsi normal, menunjukkan penangguhan ini selektif. TikTok menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan platform dan akan terus memantau situasi nasional.
TikTok belum memberikan kepastian mengenai durasi penangguhan fitur Live streaming. Penonaktifan ini dikatakan "sementara" dan akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi. Beberapa pengamat memperkirakan fitur Live baru akan aktif setelah situasi politik dan keamanan stabil, namun tidak ada kepastian kapan hal itu akan terjadi.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin