Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Stop Chasing Trends, Start Chasing Dreams: Panduan Hidup Anti-FOMO!

Bayu Shaputra • Rabu, 3 September 2025 | 18:00 WIB
Seorang wanita yang sedang sibuk dengan handphonenya untuk melihat trends-trends terbaru.
Seorang wanita yang sedang sibuk dengan handphonenya untuk melihat trends-trends terbaru.

RADARSITUBONDO.ID - Di era digital yang cepat, kita merasa tertinggal dari yang sedang terjadi di dunia maya. FOMO atau Fear of Missing Out mengganggu ketenangan batin banyak orang. Namun, apakah penting untuk mengikuti setiap tren?

FOMO muncul dari insecuritas dan validasi eksternal. Melihat teman di Instagram berlibur atau membeli gadget terbaru membuat kita merasa tidak nyaman. Pertanyaan "Apa yang salah dengan hidupku? " muncul dalam pikiran.

Media sosial memperburuk situasi dengan algoritma-nya. Setiap scroll dan swipe membuat kita membandingkan hidup kita dengan orang lain. Timeline penuh momen "sempurna" menciptakan ilusi bahwa orang lain lebih bahagia dan sukses.

 Baca Juga: Bagaimana Itel Super 26 Ultra Bisa Ultra Tipis dengan Baterai 6.000mAh?

Saat FOMO menguasai, kita membuat keputusan berdasar apa yang dilakukan orang lain, bukan kebutuhan kita. Seseorang bisa membeli kopi mahal di kafe padahal lebih suka kopi murah.

Kebiasaan mengikuti tren bisa mengikis identitas asli kita. Kita menjadi seperti kameleon yang terus berubah, tidak tahu warna asli diri. Hobi palsu muncul, seperti hiking atau mengoleksi tanaman padahal tidak suka.

Kesadaran diri adalah penangkal FOMO. Itu membantu kita memilih tren yang sesuai dengan nilai dan batasan pribadi.  Dengan kesadaran diri, seseorang tidak akan terpengaruh oleh hype jika telah menemukan rutinitas yang cocok.

 Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Itel Super 26 Ultra: Apakah Layak Dibeli?

Mulailah dengan morning reflection sederhana. Luangkan 10 menit setiap pagi untuk bertanya, "Apa yang benar-benar penting bagiku hari ini? " Lakukan digital detox mini secara berkala. Matikan notifikasi media sosial dan rasakan perubahan suasana hati.

Buat jurnal keputusan pribadi untuk mencatat apakah setiap keputusan berasal dari diri sendiri atau pengaruh luar. Pola ini akan menunjukkan seberapa besar FOMO mempengaruhi hidup.

 Baca Juga: Apakah Oppo A6 Max Akan Masuk Pasar Indonesia? Perkiraan Spesifikasi dan Harga

Bukan berarti kita harus jadi hermit anti-sosial atau menolak semua hal baru. Kesadaran diri membantu kita selektif dan intentional dalam memilih tren yang berharga. Kadang, tren bisa menjadi pintu untuk menemukan passion baru yang asli.

Kuncinya adalah selalu kembali pada pertanyaan fundamental, "Apakah ini sesuai dengan siapa aku sebenarnya? " Jika ya, eksplorasilah. Jika tidak, biarkan tren itu berlalu seperti awan di langit, indah dilihat dari kejauhan, tidak perlu dikejar.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Hidup anti FOMO