Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

FOMO Trading! Musuh Tersembunyi yang Bisa Memangsa Keuntungan Investasi

Bayu Shaputra • Rabu, 3 September 2025 | 20:00 WIB
Seorang pria sedang FOMO dengan dunia trading.
Seorang pria sedang FOMO dengan dunia trading.

RADARSITUBONDO.ID - FOMO atau Fear of Missing Out menjadi masalah besar bagi investor dan trader di era digital. Fenomena ini tidak hanya menyerang generasi milenial di media sosial tetapi juga berdampak negatif dalam investasi.

Bayangkan Anda sedang santai menikmati kopi pagi dan membuka aplikasi trading. Tiba-tiba, timeline penuh dengan screenshot profit besar dari saham yang naik 50%. Jantung berdebar dan Anda merasa harus segera ikut. Inilah momen ketika FOMO mulai menguasai rasionalitas Anda.

FOMO dalam trading muncul dalam berbagai bentuk yang sering tidak disadari. Dari obsesif terhadap saham viral hingga panic buying saat harga melonjak, serta keputusan impulsif karena mendengar cerita sukses orang lain.

Kerugian akibat FOMO bukan hanya angka merah di aplikasi. Investor yang terjebak FOMO cenderung membeli di puncak harga dan menjual saat panik, bertentangan dengan prinsip investasi yang sehat.

FOMO menciptakan siklus destruktif yang sulit diputus. Setelah rugi dari keputusan impulsif, investor semakin desperate untuk mengejar ketertinggalan dengan mengambil risiko lebih besar. Revenge trading mengisap modal investasi.

 Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Itel Super 26 Ultra: Apakah Layak Dibeli?

Strategi Jitu Melawan FOMO

Bangun Rencana Investasi yang Solid

Sebelum trading, pastikan Anda memiliki rencana investasi terstruktur. Tentukan alokasi dana, target return realistis, dan timeline investasi. Saat FOMO menyerang, kembalilah pada rencana ini.

Terapkan Dollar Cost Averaging (DCA)

DCA mengurangi tekanan psikologis dengan membeli bertahap. Metode ini efektif menghadapi dilema "kapan waktu yang tepat untuk masuk". Jangan jadikan media sosial sebagai sumber referensi investasi utama. Informasi di media sosial seringkali tidak lengkap dan bias.

Baca Juga: Soft Skill Paling Dicari Perusahaan! Apa yang Harus Dimiliki Gen Z di Era Persaingan Kerja Sulit?

Praktek Mindful Trading

Sebelum bertransaksi, ambil napas dalam dan tanyakan, "Apakah keputusan ini berdasarkan analisis atau emosi sesaat? " Tunggu minimal 24 jam sebelum mengeksekusi keputusan investasi yang tidak ada dalam rencana.

Mindset Investor Sejati

Investor sukses tahu pasar selalu menawarkan peluang baru. Melewatkan satu momentum bukan berarti akhir. Mereka fokus pada konsistensi jangka panjang, bukan keuntungan instan yang seringkali berujung kerugian besar.

Ingat, investasi adalah marathon, bukan sprint. FOMO akan membuat Anda kehilangan napas di awal, sementara finish line masih jauh.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Fomo trading