RADARSITUBONDO.ID - Pernahkah kamu merasa gelisah saat melihat teman posting liburan sementara kamu di rumah? Atau merasa tertinggal saat grup WhatsApp membahas topik trending yang tidak kamu ketahui? Jika iya, kamu mungkin mengalami FOMO atau Fear of Missing Out.
FOMO bukan hanya istilah digital, ini dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan kualitas hidup. Kenali lima tanda utama kamu mungkin terjebak dalam FOMO.
Baca Juga: Bagaimana Itel Super 26 Ultra Bisa Ultra Tipis dengan Baterai 6.000mAh?
Compulsive Scrolling yang Tak Terkendali
Tanda pertama adalah kebiasaan scroll media sosial secara kompulsif. Kamu buka Instagram, TikTok, atau Twitter tanpa tujuan jelas, bahkan setelah menutupnya lima menit sebelumnya. Sering kali, ini dilakukan hingga larut malam, mengganggu kualitas tidur dan produktivitas keesokan harinya.
Social Comparison yang Berlebihan
FOMO membuat kamu membandingkan hidupmu dengan orang lain di media sosial. Foto liburan mewah di timeline membuatmu merasa hidupmu membosankan. Pencapaian teman yang dibagikan online memicu ketidakpuasan dengan diri sendiri.
Perbandingan ini bisa juga terjadi pada hal kecil, seperti pilihan menu makan. Kamu mulai mempertanyakan pilihan hidup dan merasa lebih banyak orang hidup lebih bahagia dan sukses.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Itel Super 26 Ultra: Apakah Layak Dibeli?
Anxiety Ketika Tidak Terhubung dengan Internet
Ketika ponselmu lowbat atau sinyal hilang, apakah kamu langsung merasa cemas? Jika iya, ini tanda kuat kamu mengalami FOMO. Kecemasan muncul karena takut melewatkan informasi penting atau momen seru yang sedang terjadi.
Sulit Menikmati Momen Present
Dalam usaha tidak ketinggalan, kamu kehilangan kemampuan menikmati momen yang sedang dialami. Saat makan di restoran, kamu sibuk memotret makanan untuk di-posting. Saat berlibur, kamu lebih fokus membuat konten daripada menikmati pengalaman.
Dalam percakapan dengan teman, perhatian terpecah karena notifikasi ponsel yang terus masuk, menyebabkan penurunan kemampuan untuk mindful.
Keputusan Impulsif Demi "Tidak Ketinggalan"
Tanda terakhir adalah membuat keputusan impulsif karena tidak ingin ketinggalan tren. Kamu membeli barang yang tidak dibutuhkan, mendaftar kelas online yang tidak sesuai minat, atau menghadiri acara yang tidak ingin dihadiri.
Keputusan sering dibuat tanpa pertimbangan dan dapat menyebabkan penyesalan. Ini dapat berdampak negatif pada keuangan dan kesejahteraan emosional jangka panjang.
Baca Juga: Dari Debu Gurun hingga Hujan Deras: Oppo A6 Max Buktikan Ketangguhan Luar Biasa
Langkah Awal Mengatasi FOMO
Mengenali tanda FOMO adalah langkah pertama untuk mengatasinya. Lakukan digital detox secara berkala, praktikkan mindfulness, dan ingat bahwa media sosial hanya menampilkan momen terbaik, bukan kenyataan.
FOMO adalah fenomena umum di era digital, tetapi kamu tidak perlu menerima dampak negatifnya. Dengan kesadaran dan usaha konsisten, kamu bisa mengatasi FOMO dan menikmati hidup lebih tenang dan autentik.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin