Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Review The Conjuring: Last Rites, Masterpiece Terakhir atau Sekadar Formula Ulang?

Bayu Shaputra • Kamis, 4 September 2025 | 21:30 WIB
The Conjuring: Last Rites.
The Conjuring: Last Rites.

RADARSITUBONDO.ID - Setelah lebih dari satu dekade, pasangan paranormal investigator ikonik akhirnya menghadapi misi terakhir mereka.

The Conjuring: Last Rites menjadi penutup yang diharapkan final untuk perjalanan Ed dan Lorraine Warren yang diperankan oleh Patrick Wilson dan Vera Farmiga. Namun, apakah film keempat ini memberikan akhir yang memuaskan, atau terjebak dalam formula lama?

Yang mencolok dari Last Rites adalah usaha menyeimbangkan teror supernatural dengan dimensi emosional. Film ini mengangkat cerita Warrens dengan fokus pada putri mereka, Judy, yang memberikan perspektif baru yang belum dieksplorasi.

Vera Farmiga dan Patrick Wilson menunjukkan chemistry yang kuat. Setiap tatapan dan dialog terasa autentik, seolah mereka adalah pasangan yang telah menghadapi teror bersama. Wilson menampilkan Ed Warren yang lebih rentan namun tetap teguh dalam keyakinan.

 Baca Juga: Pangkas Hingga 96 Kilometer! Manfaat Tol Probowangi bagi Pengguna yang Ingin ke Pulau Dewata

Farmiga mempertahankan keanggunan mistis Lorraine. Kemampuan psikisnya digambarkan lebih personal, bukan hanya alat plot tetapi sebagai beban emosional sebagai ibu dan istri.

Michael Chaves kembali membuktikan pemahamannya tentang franchise ini. Ia menciptakan atmosfer mencekam tanpa bergantung pada jump scares. Chaves membangun ketegangan melalui detail kecil: bayangan bergerak, suara halus, dan pencahayaan yang cerdik.

 Baca Juga: FOMO! Ketika Takut Tertinggal Menjadi Momok Generasi Z

Sinematografinya mengingatkan pada karya James Wan, tetapi lebih personal. Kamera bergerak intim, seolah kita tamu di rumah Warrens. Setiap ruangan terasa hidup, menyimpan sejarah berbagai kasus.

Dengan rating 65% dari 46 kritikus di Rotten Tomatoes, Last Rites mendapat sambutan beragam. Beberapa memuji pendekatan emosional dan chemistry, sementara yang lain menganggap film ini terlalu bergantung pada formula yang sama.

Kritik utama adalah soal originalitas. Setelah tiga film utama dan spin-off, beberapa kritikus merasa Last Rites tidak membawa inovasi signifikan. Formula "keluarga dalam bahaya + investigasi paranormal + konfrontasi" terasa terlalu sering digunakan.

 Baca Juga: FOMO Trading! Musuh Tersembunyi yang Bisa Memangsa Keuntungan Investasi

Dari segi teknis, film ini tidak mengecewakan. Tim desain produksi menciptakan visual konsisten sambil memberikan sentuhan segar. Kostum 1980-an terasa autentik dan makeup effects untuk entitas supernatural menunjukkan kualitas Hollywood yang memukau.

Sound design adalah aspek terkuat film ini. Setiap suara dirancang presisi untuk efek psikologis maksimal. Komposer Joseph Bishara kembali menyumbang musik menegangkan dengan perpaduan elemen orkestral dan suara industrial.

Patrick Wilson menyebut Last Rites sebagai akhir yang tepat untuk cerita Warrens, tetapi membuka kemungkinan untuk kembali. Bagi penggemar franchise, film ini memberikan closure yang memuaskan dan membuka peluang ekspansi cerita.

The Conjuring: Last Rites mungkin tidak mengubah pandangan tentang genre horror, tetapi memberikan pengalaman solid bagi penggemar franchise. Film ini lebih emosional daripada epik, lebih familiar daripada revolusioner, namun tetap mempertahankan kualitas yang dicintai jutaan penonton.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#The Conjuring Last Rites