RADARSITUBONDO.ID - Kedutan yang tiba-tiba di tubuh sering menimbulkan pertanyaan. Apakah ini tanda baik atau buruk? Dalam budaya Indonesia, khususnya Jawa, kedutan memiliki makna spiritual lewat primbon. Namun, bagaimana ilmu psikologi modern memandang fenomena ini?
Dalam primbon Jawa, kedutan adalah gerakan otot yang berarti. Setiap kedutan memiliki pesan dari alam. Kedutan di mata kanan berarti akan bertemu orang yang dirindukan, sedangkan di mata kiri menandakan akan ada air mata, baik karena kesedihan atau kebahagiaan.
Kedutan di bibir atas menandakan rezeki tak terduga, sedangkan di bibir bawah memperingatkan hati-hati dalam bertutur. Kedutan di telapak tangan kanan berarti akan mendapat uang, sementara telapak tangan kiri menunjukkan pengeluaran tak terduga. Kedutan di kaki kanan menandakan perjalanan beruntung, sedangkan di kaki kiri mengisyaratkan perjalanan melelahkan.
Baca Juga: Pelaksana Bertemu Bupati Situbondo, Nama Jalan Tol Probowangi Diganti
Dari perspektif psikologi, kedutan adalah respons tubuh terhadap tekanan psikologis. Penelitian menunjukkan kedutan sering terjadi di area terkait kekhawatiran. Mereka yang cemas tentang penampilan bisa mengalami kedutan di wajah, sementara stres finansial cenderung merasakan kedutan di tangan atau lengan. Ini juga berkaitan dengan "embodied cognition", bahwa pikiran dan tubuh saling terhubung, dengan kedutan sebagai respons fisik dari pemikiran intens.
Kedua perspektif ini tidak sepenuhnya bertentangan. Baik primbon maupun psikologi modern mengakui kedutan sebagai bentuk komunikasi.
Perbedaannya terletak pada sumber interpretasi, dengan primbon mencari makna eksternal dan psikologi modern melihat ke dalam diri. Keduanya sepakat bahwa kedutan memiliki pola dan makna tertentu.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin