RADARSITUBONDO.ID - Setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk apresiasi dan pujian. Cara memuji anak dapat membentuk karakter mereka hingga dewasa.
Pujian yang tepat membangun kepercayaan diri dan kerendahan hati, sementara yang salah dapat menciptakan generasi arogan dan tidak tahan kritik.
Anak-anak mudah menyerap informasi dari lingkungan. Pujian dari orang tua mencerminkan bagaimana anak melihat dirinya, membentuk self-concept hingga dewasa.
Baca Juga: Andre Onana LAKU! Resmi Memberikan Lampu Hijau untuk Trabzonspor
Prinsip Dasar Memuji dengan Bijak
1. Fokus pada Proses, Bukan Hasil Akhir
Gantilah pujian umum dengan yang menyoroti usaha, seperti "Mama bangga dengan usaha kerasmu." Ini mengajarkan anak bahwa kerja keras lebih penting daripada hasil.
2. Berikan Pujian yang Spesifik dan Konkret
Hindari pujian umum tanpa penjelasan. Berikan detail, seperti "Caramu menjelaskan soal matematika sangat sistematis." Ini membantu anak memahami perilaku yang perlu dipertahankan.
Baca Juga: Live Streaming Timnas Indonesia Kontra Lebanon, Main Malam Ini
3. Akui Kontribusi Orang Lain
Ingatkan anak tentang dukungan yang diterima saat meraih prestasi. Misalnya, "Prestasi ini berkat bantuan guru dan teman-teman." Ini mengajarkan anak menghargai orang lain.
Dalam Keseharian
Saat Anak Mendapat Nilai Bagus
Alih-alih berkata "Kamu memang jenius! ", katakan "Mama melihat bagaimana kamu belajar tekun. Nilai ini hasil kerja kerasmu. Bagaimana perasaanmu? "
Baca Juga: Setelah Hajar Taipei 6-0, Timnas Indonesia akan Jamu Lebanon di FIFA Matchday Hari Ini!
Ketika Anak Membantu Pekerjaan Rumah
Gantilah "Terima kasih sudah membantu" dengan "Bantuanmu membuat rumah nyaman. Kamu belajar jadi anggota keluarga yang bertanggung jawab."
Saat Anak Berbagi dengan Temannya
Sampaikan "Mama senang melihatmu berbagi bekal. Itu menunjukkan kamu peduli dan bisa merasakan orang lain."
Baca Juga: Peduli Kesehatan Warga, PG Assembagoes Gelar Pemeriksaan Gratis
Kerendahan hati adalah perspektif realistis tentang kemampuan diri. Anak yang rendah hati percaya diri namun tidak meremehkan orang lain, bangga tetapi terbuka untuk belajar.
Penting diingat bahwa setiap anak memiliki kepribadian unik. Anak pemalu perlu dorongan lebih untuk membangun kepercayaan diri, sedangkan anak yang percaya diri perlu diajarkan empati dan penghargaan terhadap orang lain.
Baca Juga: Bupati Rio Komitmen Jadikan Besuki Sesuai Cita-Cita Pate Alos
Pujian berlebihan atau tidak proporsional dapat merugikan anak dalam jangka panjang. Anak bisa menjadi tergantung pada validasi eksternal dan kesulitan menghadapi kegagalan. Oleh karena itu, berikan pujian dengan wajar dan sesuai konteks.
Dengan menerapkan prinsip ini secara konsisten, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi individu percaya diri tetapi humble, sukses tetapi tidak arogan, dan bahagia tanpa merugikan orang lain.
Ingatlah bahwa mendidik anak adalah investasi jangka panjang yang memerlukan kesabaran, konsistensi, dan cinta tulus.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin