RADARSITUBONDO.ID - Ketombe merupakan masalah menjengkelkan. Serpihan putih di bahu mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri. Namun, ketombe bisa dicegah dengan perawatan rambut yang tepat.
Ketombe terjadi karena pengelupasan sel kulit mati yang berlebihan. Jamur Malassezia yang alami di kulit kepala bisa berkembang berlebih dan menyebabkan iritasi. Penyebab lain meliputi kulit kepala kering, produksi minyak berlebih, stres, dan perubahan hormonal.
Baca Juga: Kemenag Gelar Jalan Sehat Dan Makan Tumpeng Bareng Tokoh Lintas Agama
Rutinitas keramas yang tepat penting untuk pencegahan. Rambut normal hingga berminyak perlu dicuci 2-3 kali seminggu, sedangkan rambut kering cukup 1-2 kali.
Gunakan air hangat dan pijat kulit kepala dengan ujung jari saat keramas. Biarkan sampo bekerja selama 2-3 menit sebelum dibilas.
Sampo anti-ketombe mengandung zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole yang efektif. Gunakan sampo anti-ketombe 2-3 kali seminggu, diselingi dengan sampo biasa. Hindari produk yang mengandung alkohol tinggi atau sulfat keras, dan pilih kondisioner untuk kulit kepala sensitif.
Stres dapat memperburuk ketombe dan memengaruhi sistem kekebalan. Kelola stres dengan olahraga, relaksasi, atau hobi. Tidur 7-8 jam setiap malam juga penting. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya zinc, vitamin B, dan omega-3 untuk mendukung kesehatan kulit kepala.
Baca Juga: Warga Banyuglugur Mengaku Dirugikan Akibat Pengeboran Air PT Fuyuan
Bersihkan sisir dan sikat rambut dengan air hangat dan sampo untuk mencegah penumpukan. Ganti sarung bantal seminggu sekali. Hindari menggaruk kulit kepala karena dapat menyebabkan luka. Tepuk lembut atau kompres dengan handuk dingin jika gatal.
Jika ketombe tidak membaik setelah 4-6 minggu atau ada gejala seperti kemerahan, benjolan, atau rambut rontok berlebihan, konsultasikan ke dokter kulit.
Dengan konsistensi, ketombe bisa dikendalikan dan dicegah. Perawatan rambut yang baik adalah investasi untuk kesehatan dan kepercayaan diri.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin