Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ketombe Tak Kunjung Hilang? Mungkin Karena 7 Makanan dalam Menu Harian Anda Ini!

Bayu Shaputra • Sabtu, 13 September 2025 | 16:00 WIB
Seorang pria dengan pola makan yang tidak sehat dapat mempengaruhi ketombe di kepalanya.
Seorang pria dengan pola makan yang tidak sehat dapat mempengaruhi ketombe di kepalanya.

RADARSITUBONDO.ID - Ketombe berhubungan dengan kebersihan dan pola makan. Penelitian menunjukkan makanan tertentu dapat memicu peradangan dan ketidakseimbangan mikroorganisme di kulit kepala, yang menyebabkan ketombe.

Berikut 7 makanan yang dapat menyebabkan ketombe datang lagi:

Makanan Tinggi Gula dan Pemanis Buatan

Konsumsi gula berlebih menjadi penyebab utama ketombe. Gula meningkatkan insulin yang memicu peradangan, menciptakan lingkungan untuk jamur Malassezia berkembang biak. Makanan yang harus dibatasi: permen, kue, minuman bersoda, es krim, dan cokelat manis. Madu juga dapat memperparah ketombe.

Produk Susu dan Olahannya

Protein kasein dalam susu dapat memicu peradangan pada sebagian orang. Hormon IGF-1 dalam susu sapi merangsang produksi sebum berlebih, menciptakan kondisi berminyak untuk jamur penyebab ketombe. Produk contoh: susu murni, keju, yogurt, mentega, dan es krim berbasis susu. Susu kambing biasanya lebih ditoleransi.

 Baca Juga: Penjara Bukan Satu-satunya Jalan Penyelesaian, Pesan Bupati Situbondo saat Pemberian Remisi HUT RI pada WBP

Makanan Berlemak Trans dan Jenuh

Lemak jenuh dan trans berbahaya bagi jantung dan memperburuk ketombe. Lemak ini meningkatkan produksi sebum dan memicu peradangan kronis. Sumber utama: makanan cepat saji, gorengan, margarin, kue kering kemasan, dan daging berlemak tinggi. Kacang-kacangan yang digoreng berulang kali juga dapat memicu masalah.

Gluten dan Produk Gandum Olahan

Bagi yang sensitif terhadap gluten, gandum dapat memicu peradangan yang manifestasinya adalah ketombe. Gandum olahan memiliki indeks glikemik tinggi, mempercepat pertumbuhan jamur di kulit kepala. Makanan mengandung gluten: roti putih, pasta, sereal, biskuit, dan produk tepung terigu. Gandum utuh lebih aman.

Alkohol dan Minuman Fermentasi

Alkohol mengganggu keseimbangan mikroorganisme dan memperburuk peradangan. Minuman beralkohol mengandung gula dan ragi tinggi yang memicu pertumbuhan jamur Malassezia. Jenis minuman: bir, wine, cocktail manis, dan minuman fermentasi. Kombucha berlebihan dapat memperparah ketombe.

Makanan Pedas dan Berbumbu Kuat

Capsaicin dalam cabai meningkatkan aliran darah ke kulit kepala dan memicu produksi keringat. Kondisi lembap ini ideal bagi jamur. Makanan pedas: sambal, makanan berkuah santan pedas, kimchi sangat pedas, dan bumbu instan tinggi MSG.

Makanan Olahan dan Kemasan

Makanan ultra-proses mengandung pengawet yang dapat memicu reaksi alergi dan peradangan. Kandungan sodium tinggi juga mengganggu keseimbangan mineral tubuh. Contoh produk: nugget beku, sosis, makanan kalengan, mi instan, dan camilan tinggi MSG.

 Baca Juga: Warga Banyuglugur Mengaku Dirugikan Akibat Pengeboran Air PT Fuyuan

Tips Pola Makan Anti-Ketombe

Konsumsi lebih banyak:

- Ikan berlemak omega-3 (salmon, makarel, sarden)

- Sayuran hijau kaya zinc (bayam, brokoli, kangkung)

- Buah-buahan antioksidan (blueberry, jeruk, kiwi)

- Biji-bijian utuh (quinoa, oats, beras merah)

- Air putih minimal 8 gelas per hari

 Baca Juga: Perbandingan Oppo A6 GT 5G vs Seri Sebelumnya: Apa yang Berubah?

Perubahan pola makan membutuhkan waktu 4-6 minggu untuk hasil nyata pada ketombe. Kombinasikan dengan perawatan topikal yang tepat dan gaya hidup sehat untuk hasil optimal.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Cara mengatasi ketombe