RADARSITUBONDO.ID - Hampir semua orang pernah mengalami ketombe. Serpihan putih dari kulit kepala dapat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri. Namun, tidak semua ketombe sama, ada perbedaan antara ketombe biasa dan dermatitis seboroik.
Baca Juga: Kemenag Gelar Jalan Sehat Dan Makan Tumpeng Bareng Tokoh Lintas Agama
Ketombe Biasa
Ketombe biasa atau dandruff adalah kondisi kulit kepala yang umum. Ditandai dengan serpihan kulit mati berwarna putih atau keabu-abuan yang jatuh saat digaruk atau disisir. Penyebabnya biasanya adalah pertumbuhan berlebih jamur Malassezia furfur yang ada secara alami di kulit kepala.
Ciri-ciri ketombe biasa meliputi serpihan kecil dan kering, gatal ringan, dan tanpa peradangan atau kemerahan. Ketombe ini mudah diatasi dengan shampo anti-ketombe yang dijual bebas dan perawatan rutin.
Ketombe Parah
Dermatitis seboroik adalah kondisi peradangan kulit kronis yang lebih serius. Selain kulit kepala, dapat muncul di alis, hidung, telinga, dada, dan punggung. Penyebabnya lebih kompleks, melibatkan faktor genetik, hormonal, stres, dan gangguan sistem imun.
Serpihan pada dermatitis seboroik lebih besar, kekuningan, dan berminyak. Kulit kepala merah, meradang, dan sangat gatal, seringkali mengganggu tidur. Area yang terkena juga dapat terasa perih.
Baca Juga: Warga Banyuglugur Mengaku Dirugikan Akibat Pengeboran Air PT Fuyuan
Perbedaan utama terletak pada intensitas gejala dan area penyebaran. Ketombe biasa hanya memengaruhi kulit kepala dengan gejala ringan, sedangkan dermatitis seboroik dapat menyebar ke wajah dan tubuh dengan peradangan yang terlihat. Serpihan dermatitis seboroik cenderung lengket dan sulit dibersihkan.
Ketombe biasa menghasilkan serpihan putih kering, sementara dermatitis seboroik menghasilkan serpihan kekuningan berminyak.
Ketombe biasa dapat hilang dengan perawatan sederhana, tetapi dermatitis seboroik cenderung kambuhan dan memerlukan penanganan medis.
Memahami perbedaan kondisi ini penting untuk penanganan yang tepat. Ketombe biasa dapat diatasi dengan shampo anti-ketombe yang mengandung zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole. Dermatitis seboroik memerlukan pengobatan lebih intensif, seperti shampo medis khusus, krim antijamur, atau terapi kortikosteroid.
Jika gejala tidak membaik setelah 2-3 minggu penggunaan shampo anti-ketombe atau ada peradangan parah, konsultasikan dengan dokter kulit. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin