Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Fenomena Marriage is Scary, Mengapa Banyak Anak Muda Takut Menikah?

Bayu Shaputra • Senin, 15 September 2025 | 02:45 WIB
Seorang pria Indonesia sedang merenung karena maraknya tren Marriage Is Scary.
Seorang pria Indonesia sedang merenung karena maraknya tren Marriage Is Scary.

RADARSITUBONDO.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena "Marriage is Scary" menjadi topik hangat di kalangan generasi muda Indonesia. Data BPS menunjukkan penurunan signifikan dalam angka pernikahan 2023.

Kesulitan memiliki rumah membuat generasi muda ragu untuk menikah. Realitas ekonomi memaksa anak muda menghadapi dilema tentang membangun rumah tangga dengan harga properti yang tinggi dan gaji stagnan.

Biaya hidup yang meningkat, hutang pendidikan, dan kesulitan mencari pekerjaan membuat pernikahan terasa sebagai beban tambahan. Harga rumah yang terus meroket dan biaya hidup yang naik membuat banyak anak muda merasa tidak layak untuk berkeluarga.

Fenomena serupa juga terlihat di negara-negara Asia lain, dengan tingginya biaya pernikahan yang sulit dijangkau. Di Seoul, lebih dari 20 persen gedung pernikahan tutup.

 Baca Juga: Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy S25 FE: Keunggulan & Perbedaan dengan S24 FE

Transformasi nilai-nilai sosial juga berperan penting. Generasi Z dan milenial cenderung memprioritaskan karier dan kebebasan pribadi sebelum menikah. Milenial merasa lebih bahagia tanpa menikah, menganggap pernikahan sebagai pilihan yang harus dipertimbangkan.

Salah satu faktor utama adalah paparan informasi negatif tentang pernikahan di internet, termasuk perceraian, kekerasan rumah tangga, dan perselingkuhan. Informasi ini menciptakan persepsi bahwa pernikahan lebih banyak membawa masalah.

 Baca Juga: Fitur AI & Smart Tools di Samsung Galaxy S25 FE yang Wajib Dicoba

Banyak anak muda juga khawatir tentang komitmen jangka panjang. Di era cepat dan tidak pasti, komitmen seumur hidup terasa menakutkan, terutama dengan perubahan drastis dalam berbagai aspek kehidupan.

Kekhawatiran ini diperparah dengan melihat realitas kehidupan orang terdekat setelah menikah. Banyak yang menyaksikan pernikahan membawa tekanan finansial, hilangnya kebebasan pribadi, dan konflik yang tidak terduga. Melihat realita ini, satu narasumber berpikir untuk tidak menikah dalam waktu dekat.

 Baca Juga: Samsung Galaxy S25 FE Indonesia: Flagship Rp 9,9 Jutaan dengan Galaxy AI dan Kamera Pro

Fenomena "Marriage is Scary" mencerminkan perubahan struktural dalam masyarakat Indonesia. Pemerintah dan stakeholder perlu memahami akar masalah ini dan mencari solusi komprehensif, dari kebijakan ekonomi yang mendukung generasi muda hingga edukasi yang lebih baik tentang pernikahan dan kehidupan rumah tangga.

Tanpa penanganan yang tepat, Indonesia bisa menghadapi tantangan demografis serius di masa depan, termasuk penurunan angka kelahiran dan perubahan struktur keluarga yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Tren Marriage Is Scary