Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Konflik Baru Antara Mainan dan Gatget, Bagaimana Toy Story 5 Memotret Dilema Orangtua Milenial

Bayu Shaputra • Jumat, 19 September 2025 | 21:15 WIB
Toy Story 5 - FirstTrailer (2026) Tim Allen.
Toy Story 5 - FirstTrailer (2026) Tim Allen.

RADARSITUBONDO.ID - Dunia animasi Pixar kembali menghadirkan petualangan bermakna melalui Toy Story 5 yang tayang pada 19 Juni 2026. Film ini mengangkat tema dominasi teknologi digital terhadap mainan tradisional.

Konsep utama adalah "Toy meets Tech", di mana Buzz Lightyear, Woody, Jessie, dan semua mainan menghadapi tantangan dari obsesi anak-anak terhadap perangkat elektronik. Bonnie Anderson, kini berusia delapan tahun, lebih tertarik bermain dengan electronic lily pad daripada mainan lainnya.

 Baca Juga: Meta Resmi Meluncurkan Ray-Ban Display: Ini Spesifikasi Lengkap & Fitur Unggulan

Konflik utama Toy Story 5 dipersonifikasikan melalui antagonis baru, Lilypad. Lilypad, musuh berteknologi maju, mewakili bagaimana gadget modern menggeser mainan tradisional.

Alur cerita berpusat pada mainan klasik yang melawan hiburan berbasis elektronik. Tim Allen, pengisi suara Buzz Lightyear, menyatakan Buzz menghadapi tantangan baru berupa figur Buzz Lightyear yang terjebak dalam "toy mode".

 Baca Juga: Mengapa Survei Lingkungan Belajar 2025 Penting untuk Sekolah dan Kebijakan Pendidikan

Premis Toy Story 5 mencerminkan kekhawatiran orangtua di era digital. Anak-anak semakin terpaku pada gadget, sementara mainan fisik terlupakan. Konflik berfokus pada ancaman teknologi, fenomena "iPad kids".

Fenomena ini adalah realitas banyak keluarga modern. Mainan yang dulunya teman setia kini bersaing dengan aplikasi game, video YouTube, dan konten digital.

 Baca Juga: Tantangan dan Peluang Pasar Indonesia bagi Ray-Ban Display Setelah Peluncuran Resmi Meta

Di bawah arahan Andrew Stanton, co-director McKenna Harris, dan produser Jessica Choi, Toy Story 5 diharapkan menyampaikan pesan tentang keseimbangan antara teknologi dan imajinasi tradisional.

Tim Allen menyebut cerita ini "cerita yang cerdas", menunjukkan Pixar mengemas isu kontemporer dalam narasi yang menghibur.

Jessie akan menjadi fokus utama, menunjukkan evolusinya sejak Toy Story 2. Ini menunjukkan komitmen Pixar untuk mengembangkan karakter-karakter yang dicintai penonton.

 Baca Juga: Panduan Lengkap Survei Lingkungan Belajar 2025: Jadwal, Cara Login, dan Siapa yang Wajib Mengisi

Film ini tidak hanya menghibur tetapi juga menggugah penonton untuk merenungkan bagaimana teknologi mengubah cara anak-anak bermain dan berinteraksi.

Toy Story 5 berpotensi menjadi refleksi penting tentang keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai permainan tradisional.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Toy Story 5