RADARSITUBONDO.ID - Pernahkah Anda memperhatikan refleks pertama saat bangun pagi? Bukan hanya meregangkan badan, tetapi meraih smartphone di samping bantal. Ini telah menjadi ritual kolektif jutaan orang di seluruh dunia.
Kebiasaan mengecek HP saat bangun pagi terkait dengan sistem reward otak. Saat tidur, kadar dopamine rendah. Saat terjaga, otak mencari stimulus untuk meningkatkan dopamine dengan cepat.
Notifikasi dari media sosial atau pesan memberikan "dopamine hit" instan yang diinginkan otak. Setiap bunyi atau lampu LED menciptakan anticipation yang memicu pelepasan dopamine. Ini menjelaskan mengapa tangan kita otomatis meraih HP.
Baca Juga: 30 Tahun Toy Story: Bagaimana Film Kelima Menghadapi Generasi iPad Kids
Fear of Missing Out (FOMO) memicu kebiasaan mengecek HP. Dalam tidur 6-8 jam, dunia digital terus bergerak. Informasi baru di Instagram, WhatsApp, dan Twitter membuat kita merasa harus "menyinkronkan" diri dengan dunia digital. Ironisnya, banyak informasi yang kita cek tidak mendesak dan tidak berdampak signifikan.
Smartphone telah menjadi pengganti kebutuhan sosial. Saat bangun pagi, kita lebih memilih berinteraksi dengan media sosial daripada menyapa keluarga atau menikmati ketenangan.
Mengecek pesan dan scrolling timeline memberikan ilusi koneksi sosial tanpa usaha emosional berarti. Kita merasa terhubung, padahal terisolasi dari interaksi yang bermakna.
Baca Juga: Galaxy Z Fold7: Spesifikasi Lengkap dan Fitur Unggulan
Kebiasaan mengecek HP saat pagi dapat meningkatkan cortisol, hormon stres. Email, berita negatif, atau drama di media sosial mengganggu transisi dari tidur ke bangun.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar cortisol sudah tinggi di pagi hari sebagai bagian dari ritme sirkadian. Stres digital dapat menyebabkan lonjakan kecemasan sepanjang hari.
Kebiasaan mengecek HP terbentuk melalui habit loop, cue (bangun tidur) → routine (cek HP) → reward (dopamine hit) → repetition. Setiap pengulangan menguatkan jalur neural di otak, membuat kebiasaan sulit diubah. Penempatan smartphone juga berperan penting, HP yang dekat membuat checking menjadi mudah.
Baca Juga: 141 Mahasiswa FEB Unars Situbondo Jalani Yudisium, Cetak Lulusan Berkompeten dan Berjiwa Wirausaha
Memahami psikologi kebiasaan ini adalah langkah pertama untuk mengubahnya. Membuat rutinitas pagi yang terencana, seperti meditasi, stretching, atau journaling, menyediakan alternatif positif untuk memulai hari.
Kebiasaan bangun pagi dan langsung mengecek HP menunjukkan dampak teknologi pada perilaku manusia.
Kesadaran terhadap pola ini memungkinkan kita membuat pilihan lebih sadar tentang hubungan kita dengan teknologi, terutama saat rentan seperti saat bangun tidur.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin