RADARSITUBONDO.ID - Mata minus atau miopia menjadi masalah kesehatan di era digital. Banyak yang percaya bahwa miopia disebabkan oleh membaca atau menatap layar dalam gelap.
Namun, penggunaan smartphone berlebihan berdampak lebih kompleks pada kesehatan mata. Berikut lima alasan mengapa bermain HP terlalu lama dapat memicu miopia, bahkan dalam pencahayaan normal.
Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Honda Revo, Motor Bebek Terlaris untuk Kantong Tipis
Jarak Pandang yang Terlalu Dekat Secara Konsisten
Menggunakan smartphone pada jarak 20-30 cm membuat otot siliaris bekerja keras tanpa istirahat. Ini dapat menyebabkan kejang otot dan sulit untuk beradaptasi melihat objek jauh, memicu miopia.
Baca Juga: Dosen Unars Prakarsai Digitalisasi Keanekaragaman Hayati melalui QR Code
Kurangnya Aktivitas Melihat Jarak Jauh
Sebelum smartphone, mata beralih fokus antara objek dekat dan jauh. Penggunaan HP berlebihan menyebabkan mata terjebak dalam "tunnel vision", kehilangan kesempatan untuk melihat pemandangan jauh yang menjaga fleksibilitas otot mata.
Baca Juga: SMKN 1 Kendit Gelar Pameran Karya dan Oto Contest Spektakuler Meriahkan Dies Natalis ke-20
Frekuensi Berkedip yang Menurun Drastis
Menatap layar menyebabkan frekuensi berkedip menurun hingga 60%. Berkurangnya berkedip menjadikan mata kering, mempengaruhi kualitas penglihatan, dan dapat berkontribusi pada perkembangan miopia.
Baca Juga: Jadi Wisata Andalan Sejak Lama, Pasir Putih Situbondo Hadir dengan Nuansa Berbeda
Paparan Blue Light yang Berlebihan
Layar smartphone memancarkan blue light yang tinggi, yang mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur. Kurang tidur terkait dengan meningkatnya risiko miopia, dan blue light juga dapat menyebabkan digital eye strain yang mempercepat kelelahan otot mata.
Kurangnya Paparan Cahaya Alami
Anak-anak yang banyak di dalam ruangan kehilangan paparan cahaya matahari yang penting untuk perkembangan mata. Paparan cahaya alami membantu produksi dopamine di retina yang mengatur pertumbuhan bola mata.
Kurangnya dopamine dapat menyebabkan miopia, dan aktivitas outdoor minimal 2 jam per hari dapat mengurangi risiko miopia hingga 23%.
Mata minus disebabkan oleh genetik dan kebiasaan membaca dalam gelap. Gaya hidup digital dengan penggunaan smartphone berlebihan berdampak pada kesehatan mata.
Untuk mencegah mata minus, terapkan aturan 20-20-20, jaga jarak pandang, dan seimbangkan waktu layar dengan aktivitas luar. Kesadaran risiko ini membantu menjaga kesehatan mata di era digital.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin